Berdalih Jual Alat Olahraga, Nyatanya Bisnis Sabu

Gambar Berdalih Jual Alat Olahraga, Nyatanya Bisnis Sabu

Mapos, Mamuju – Rahmat (24), warga BTN Buana Tobadak, Dusun Talungallo, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah (Mateng) dan Ricky (22), warga di jalan Pengayoman, Mamuju, tak berkutik setelah polisi berhasil membekuknya.

Keduanya ditangkap oleh satuan narkoba Polres Metro Mamuju di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, tepatnya di kediamanan Rahmat, pada 23 Februari 2019, pukul 11.30 Wita.

Kasat Narkoba Polres Metro Mamuju, AKP Priyanto, menjelaskan, dalam memuluskan aksinya, keduanya berperan sebagai pedagang penjual alat-alat olahraga.

Kata Priyanto, keduanya sering beroperasi di Kabupaten Mateng.

“Keduanya sering berpperasi di Mateng dengan cara mengantar sesuai pesanan,” ujarnya, saat menggelar konferensi pers di kantor Polres Metro Mamuju, jalan KS. Tubun, Mamuju, Rabu (27/2/2019).

Priyanto membeberkan, aksi kedua pelaku ini sudah berlangsung sejak November 2018 lalu.

“Jadi, persachet mereka jual seharga Rp 300 ribu,” sebutnya.

Menurutnya, saat dilakukan penggerebekan, polisi menemukan 11 sachet.

“Saat digerebek, kita menemukan 11 paket sabu di dalam bohlam dan kotak besi,” jelas Priyanto.

Priyanto menjelaskan, sabu itu mereka dapat dari inisial W, yang tinggal di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Cara pengirimannya melalui jasa sopir angkutan umum antar provinsi, inisial U, ke Rahmat, kemudian ke Ricky (kurir).

Adapun barang bukti yang disita, diantaranya, 11 sachet berisi sabu, dua sachet kosong, tiga handphone, alat timbangan, dan uang sebanyak Rp. 1.995 juta.

“Keduanya kita kenakan pasal 114 Ayat (1) junto Pasal 132 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 15 tahun,” ucap Priyanto.

“Sementara untuk W dan U, masuk dalam DPO,” tutupnya.

(usman)

Baca Juga