Bawaslu Bakal Telusuri Video Viral Dugaan Ujaran Kebencian oleh Salah Satu Paslon

Gambar Bawaslu Bakal Telusuri Video Viral Dugaan Ujaran Kebencian oleh Salah Satu Paslon

Mapos, Majene — Beredarnya video yang menjadi viral dari tim salah satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Majene, beberapa waktu lalu yang menyudutkan Paslon lain membuat Bawaslu Kabupaten Majene melakukan penelusuran.

Video yang berdurasi 12,2 menit itu mendapat perhatian warga netizen karena seorang mantan Anggota DPRD Kabupaten Majene yang gagal duduk kembali jadi legislator, Rusbi Hamid secara terang-terangan dalam orasinya dihadapan masyarakat banyak menyebut, bahwa dirinya heran kenapa tiba-tiba pihak sebelah punya uang untuk mencalonkan diri jadi bupati.

“Heran dza iau dzi’e, mangapa anna’ tiba-tiba menjdzi dziang doi’ na, padahal sebelum menjadzi bupati ada laporan hasil harta kekayaan. Dziang-dziang bandi ai tia dzoi’ u anna ia. Apanna menjadzi kaya raya immai se’ia e? Andana’ ma’ua maccoro i a! Mepacoro i kapang,” sebut Rusbi Hamid dalam orasinya menggunakan bahasa Mandar yang artinya kira-kira seperti ini “Saya heran kenapa tiba-tiba mereka punya uang, padahal sebelum menjadi bupati ada laporan hasil harta kekayaan. Lebih ada uang saya dibanding mereka. Saya tidak bilang dia mencuri! Dia mencuri dari kita mungkin,”.

Berikut video dugaan ujaran kebencian yang diduga dilakukan Rusbi Hamid.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Majene, Sofyan Ali dikonfirmasi, Senin (26/10/2020) di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dugaan pelanggaran seperti video yang sudah viral itu.

Kata dia, jauh hari sebelum tahapan kampanye dilakukan oleh Paslon, pihak Bawaslu Kabupaten Majene sudah menyampaikan kepada masing-masing LO atau penghubung Paslon untuk menaati rambu-rambu yang sudah diatur dalam undang-undang.

Ia menyebut sangat jelas dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2014 Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, pasal 69 sangat jelas tertulis dalam kampanye dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, Calon Gubernur, Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati, Calon Wakil Bupati, Calon Walikota, Calon Wakil Walikota, dan atau partai politik.

“Termasuk melakukan kampanye berupa menghasut, menghina. Jadi tinggal kami lihat dulu bagaimana? Dalam proses penangan itu ada dua dan kita tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah,” jelas Sofyan Ali.

Dia mengaku hingga kini pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait adanya salah satu tim pemenangan yang diduga dari Paslon 02 melakukan kampanye hitam.

“Tapi karena sudah ada laporan informasi ke pihak kami, maka kami akan melakukan penelusuran. Nanti proses akhirnya akan kita umumkan melalui papan pengumuman,” tegas Sofyan Ali.

Dia berharap agar tim pemenangan Paslon supaya menerapkan makna kampanye dengan memaparkan visi misi kepada masyarakat.

“Makna kampanye itu menyampaikan, memaparkan visi misi. Dan tentu ada larangan dalam berkampanye yaitu tidak mempermasalahkan ideologi negera, menghina suku agama dan ras, menghasut, merusak APKnya orang. Itu ada sekitar 9 dan kita sudah sampaikan jauh hari sebelumnya,” pungkas Sofyan Ali.

(*)