Bau Limbah Sawit PT. Awana Lestari Pasangkayu Ganggu Aktivtas Warga

Gambar Bau Limbah Sawit PT. Awana Lestari Pasangkayu Ganggu Aktivtas Warga

Mapos, Pasangkayu – Beberapa waktu lalu Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPLS) Sarudu, Kabupaten Pasangkayu melakukan unjukrasa terkait bau limbah yang menyengat di wilayah Desa Sarudu dari perusahaan PT. Awana Sawit Lestari.

Dalam aksi yang digelar Senin (16/7/2019) kemarin, massa aksi menuntut perusahaan pengelolah buah kelapa sawit agar memperhatikan limbahnya yang telah mencemari wilayah Desa Sarudu dengan bau busuk menyengat yang sudah hampir enam bulan terakhir ini, bahkan bau limbah itu sangat meresahkan warga.

Dalam aksinya AMPLS menuntut agar stop pencemaran, serta mengajak untuk menjaga kualitas lingkungan hidup yang lebih baik.

Salah satu warga yang terdampak bau limbah, Rahman yang juga turut dalam aksi kemarin, berharap pabrik kelapa sawit dapat memperhatikan persoalan limbahnya.

“Kami sudah pernah peringatkan sebelumnya, agar persoalan limbah pabrik itu (PT. Awana Sawit Lestari) diperhatikan agar tidak mencemari lingkungan. Kami bahkan pernah melakukan dialog terbuka agar masalah bau limbah bisa diatasi tapi sampai hari ini tidak ada progresnya, baunya tidak hilang-hilang,” kata Rahman.

Menurutnya, masyarakat telah memberikan waktu enam bulan untuk mengatasi masalah bau limbah tersebut, namun belum ada solusi.

“Bau limbah itu sudah sangat mengganggu aktifitas warga, bahkan anak sekolah dalam proses belajar. Kami juga ada buktinya kalau bukan hanya persoalan bau tapi limbahnya merusak sungai-sungai sekitarnya,” jelas Rahman.

Atas pencemaran itu, masyarakat meminta agar perusahan itu ditutup hingga ada solusi didapatkan. “Kami berharap agar perusahaan itu ditutup sementara sampai ada solusi untuk mengatasi limbahnya,” ucapnya.

Menanggapi persoalan warga, anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu, Arfandi Yaumil Agus Ambo Djiwa rencananya akan segera memanggil pihak perusahan PT. Awana Lestari guna membahas dampak dari limbah tersebut.

Bahkan Arfandi mengakui bahwa pihaknya pernah memanggil pimpinan PT. Awana Lestari, namun alasannya sakit hingga tidak hadir.

“Kita pernah panggil direktur perusahaan itu (PT. Awana Sawit Lestari) tapi alasannya pimpinan sakit, yang datang cuman Humas, jadi kita tunggu direkturnya. Kita semua risih atas bau tersebut, bahkan tercium sampai Nunu,” kata pria yang akrab disapa Fandi tersebut.

Dia mengatakan, dijadwalkan pemanggilan itu akan dilakukan pada hari Kamis atau Senin.

“Kita akan panggil pada hari Kamis atau Senin untuk mencari solusinya. Kita akan hadirkan perwakilan masyarakat, sehingga ada penyelesaian,” ujarnya.

“Kalau limbah belum bisa diatasi. Kita minta di stop dulu sampai ada solusi. Kita tegas terkait persoalan ini, dan akan meminta perusahaan untuk memperhatikan persoalan limbahnya,” tambahnya.

Dia mengatakan, dalam pertemuan nantinya, DPRD tentunya akan memberikan waktu agar persoalan tersebut diselesaikan. “Jika tidak bisa kita minta ditutup saja,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Barat, Yansen, mendesak kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulbar untuk segera memeriksa pencemaran yang di lakukan PT Awana Sawit Lestari.

Yansen menegaskan, secepatnya akan membentuk tim untuk mengecek pencemaran tersebut. “Karena apapun namanya perusahaan itu telah melanggar undang-undang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup No 32 tahun 2009,” katanya.

“Jika WALHI menemukan benar terjadi pencemaran lingkungan dan melanggar prosedur, WALHI akan melaporkan kepihak yang berwajib,” pungkasnya.

(Anhar)

Baca Juga