Bapperida Sulbar Bangun Budaya Kerja Ramah Lingkungan

Mapos, Mamuju – Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Perubahan juga bisa lahir dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Semangat inilah yang mendorong Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat untuk membangun budaya kerja yang lebih ramah lingkungan.

Melalui kesepakatan bersama seluruh pegawai, Bapperida Sulbar memutuskan untuk tidak lagi menggunakan botol minuman plastik sekali pakai dan dus snack dalam setiap rapat maupun kegiatan internal.

Sebagai gantinya, seluruh pegawai didorong membawa tumbler atau wadah minum sendiri, sementara penyajian konsumsi dilakukan dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Bapperida Sulbar, Drs. Amujib, MM. menegaskan bahwa mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang menjadi kebiasaan dalam lingkungan kerja.

“Sebagai instansi yang merencanakan pembangunan daerah, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Mengurangi sampah plastik adalah langkah kecil yang jika dilakukan bersama-sama akan memberikan manfaat besar bagi lingkungan,” ujar Amujib.

Agar komitmen tersebut benar-benar dijalankan, seluruh jajaran Bapperida Sulbar juga menyepakati adanya sanksi internal bagi setiap pelanggaran. Pegawai yang masih menggunakan botol plastik sekali pakai atau dus snack dalam penyelenggaraan rapat akan dikenakan denda sebesar Rp500.000.
Hal ini bukan untuk menghukum, melainkan sebagai bentuk pengingat bahwa setiap kesepakatan membutuhkan tanggung jawab bersama.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bapperida Sulbar membangun budaya kerja yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan semangat Panca Daya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Suhardi Duka, M.M., terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Bapperida Sulbar berharap kebiasaan baik ini dapat menginspirasi unit kerja lainnya. Tentunya upaya mengurangi sampah tidak selalu harus diawali dengan program besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Jika semakin banyak pihak yang memulai dari hal-hal kecil, maka semakin besar pula dampak yang dapat kita berikan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Sulawesi Barat.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...