Para Pencabul Anak Sendiri Diancam Pasal Berlapis

Gambar Para Pencabul Anak Sendiri Diancam Pasal Berlapis

Mapos, Mamasa — Satuan Reskrim Polres Mamasa akhirnya menggelar press release pengungkapan kasus pencambulan terhadap anak dibawah umur di Mamasa. Kasus ini melibatkan tiga orang pelaku yakni ayah, kakak dan sepupu korban sendiri.

Press Release berlangsung di aula Polres Mamasa, Selasa (28/01/2020/). Tepat satu hari pasca penangkapan ketiga pelaku. Press release dihadiri Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Mamasa dan utusan Dinas Sosial Mamasa.

Kasat Reskrim Polres Mamasa IPTU Dedi Yulianto, mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap ketiga pelaku juga korban dan sedikitnya tujuh orang saksi, pihaknya akhirnya menerbitkan surat perintah penahanan terhadap tiga orang tersangka. Yakni MK (60) yang juga adalah bapak korban, DM (22) kakak korban dan DA (22) juga sepupu korban.

“Dari keterangan yang kami himpun, ada tiga tempat kejadian perkara yang biasa ditempati pelaku melaksanakan aksi bejadnya. Yaitu di kebun, rumah korban dan juga rumah DA,” ungkap Dedi.

Dan faktanya, ketiga pelaku selama melakukan tindakan asusila terhadap korban, tidak saling mengetahui antara satu dengan yang lain.

Dijelaskan bahwa tindakan asusila yang dialami korban terjadi sejak tahun 2016 hingga 2020. Pada waktu korban masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar dipaksa oleh MK menuruti nafsu bejadnya.

“MK ini bernafsu karena melihat tubuh korban. Sehingga memaksa korban untuk disetubuhi,” katanya.

Sementara DM, awalnya menyetubuhi korban karena dipicu oleh kebiassan menonton video porno yang menimbulkan nafsu birahi pada dirinya. Kemudian dilampiaskan kepada adiknya, secara berulang di rumahnya sendiri.

“Saat korban pulang sekolah, DM mengajak bahkan memaksa korban untuk melakukan hubungan,” lanjut Dedi.

Begitupun tersangka DA. Dedi mengungkapkan, sama seperti DM yang terpancing oleh tubuh korban dan memaksa korban melakukan persetubuhan di rumah pelaku sendiri.

Kejadian ini terus berulang hingga para pelaku tertangkap dan menyebabkan korban kini tengah hamil enam bulan.

“Terhadap korban, kami telah membawanya ke dokter untuk melakukan pemeriksaan dan saat ini sedang hamil enam bulan,” kata Dedi.

Barang bukti yang diamankan

Atas perbuatannya para pelaku dikenakan pasal berlapis. Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Atau dengan denda maksimal 5 miliar rupiah.

“Terhadap ketiga pelaku dikenakan pasal 81 ayat 1 dan 3 undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan perundang-undangan nomor 1 tahun 2017 junto pasal 76 d dan e undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, juga dilapis dengan pasal 82 ayat 1 dan 2,” paparnya.

Sementara kondisi korban saat ini masih dalam keadaan syok. Walaupun secara umum sudah mulai pulih atas pendampingan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mamasa juga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Mamasa

Kepala DP3A Mamasa Festy Paotonan, mengatakan, sejak mengetahui informasi kejadian ini pihaknya langsung menurunkan Satgas PPA untuk melakukan koordinasi dengan Polres Mamasa. Kemudian memberikan pendampingan terhadap Korban.

Dari kasus ini, polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone android yang digunakan pelaku menonton vidio porno. Juga beberapa helai pakaian korban dan ketiga tersangka saat melakukan aksi mereka.

(anis)

Baca Juga