Aniaya Guru di Kalukku, Orang Tua Murid Ditangkap Polisi

  • 13 Mar 2019
  • Hukum
  • Sudirman Al Bukhori
  • 837
Gambar Aniaya Guru di Kalukku, Orang Tua Murid Ditangkap Polisi

Mapos, Mamuju – Aparat Kepolisian Resort Metro Mamuju, Polda Sulbar, menangkap Amran, warga Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Amran ditangkap karena menganiaya Harlawan (32), seorang guru yang mengajar di SMPN 6 Pokkang, Kalukku, pada Selasa, (12/3/2019).

Kasat Reskrim Polres Metro Mamuju, AKP Syamsuriansah mengatakan, setelah kepolisian menerima informasi adanya penganiayaan yang dialami oleh seorang guru di Kalukku, ia memerintahkan Team Python Polres Mamuju melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Syamsuriansah mengatakan, motif dari penganiayaan itu, lantaran Amran sakit hati, anaknya dipukul oleh Harlawan.

“Motifnya karena sakit hati,” ujarnya, Rabu (13/3/2019).

Menurut Syamsuriansah, penganiayaan tersebut terjadi karena pelaku emosi. Korban sebagai guru telah memukuli anak kandungnya.

“Pelaku telah kita amankan di Polres Metro Mamuju,” tambahnya.

“Atas perbuatanya, pelaku dijerat pasal 351 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman pidana lebih dari lima tahun penjara,” tutup Syamsuriansah.

Sebelumnya, seorang guru SMPN 6 Pokkang di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, bernama Harlawan Ahlak Hansyah, Diduga dianiaya oleh orang tua siswa.

Akibat dari penganiayaan itu, Harlawan mendapatkan perawatan di RS Mitra Manakarra.

Adik kandung Harlawan, Heri Ardiansyah menuturkan, kejadiannya berawal saat Herlawan menegur salah seorang muridnya dan memberikan hukuman. Tak terima, murid itu kemudian melaporkan kepada orang tuanya.

Buntut dari pelaporan itu, kemudian orang tua siswa mendatangi Herlawan dan perselisihan pun terjadi.

Perselisihan antara orang tua siswa dan Harlawan kemudian dimediasi oleh kepala desa dan kepala sekolah.

Saat keduanya dipertemukan, aksi penganiyaan itu pun terjadi.

“Saat dipertemukan, tiba-tiba kakakku dipukul bagian belakang kepalanya. Kakakku langsung pingsan,” sebut Heri, Selasa (12/3/2019).

Heri mengatakan, penganiayaan itu terjadi pada pukul 11.00 Wita, di ruangan mediasi.

Harlawan sempat dirawat di rumahnya, karena kondisinya makin memburuk, pihak keluarga akhirnya membawa Herlawan ke RS Mitra Manakarra.

“Kepalanya tidak bisa goyang, akibat pukulan yang mengenai kepala bagian belakang. Kita langsung mengambil tindakan dengan membawanya ke RS,” ujar Heri.

(usman)

Baca Juga