Aksi Perawat Sukarela di Polman Berujung Mogok Kerja

Gambar Aksi Perawat Sukarela di Polman Berujung Mogok Kerja

Mapos, Polman – Ratusan perawat sukarela yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Polman bersama dengan Aliansi Masyarakat Polman (AMP) menggelar aksi unjuk rasa di empat titik di Polman, yakni di Gedung Gadis, Kantor DPRD Polman, RSUD dan Kantor Bupati Polman.

Ada beberapa point yang menjadi tuntutan para massa aksi, diantaranya, menuntut pemberian upah layak, pembatalan rekrutmen tenaga perawat tanpa upah serta pencabutan keputusan pemecatan terhadap salah seorang perawat sukarela yang dipecat oleh pihak RSUD Polman.

Dok. Mapos

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Polman, Rusdianto mengatakan, meminta kepada pihak yang terkait agar nasib perawat tenaga sukarela dapat diperhatikan.

Rusdianto meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Polman agar tuntutan para massa aksi dapat diakomodir.

“Nasib perawat sukarela harus diperhatikan,” tegas Rusdianto, Selasa (26/3/2019).

Rusdianto menambahkan, ini hari seluruh perawat sukarela akan mogok kerja. “Saya tegaskan, mulai hari ini, seluruh perawat sukarela akan melakukan aksi mogok kerja,” tambah Rusdianto.

Dok. Mapos

Ditempat yang sama, Koordinator aksi, Maemunis dalam orasinya menyoroti hak mendasar dari perawat sukarela yang tidak dipenuhi.

Menurutnya, dari kalkulasi anggaran dan akumulasi APBD Polman pertahunnya, seharusnya dapat memenuhi upah dari 500 perawat yang jumlahnya hanya dua sampai tiga miliar rupiah.

Anggaran itu, tidak sebanding dengan perjalanan dinas dan ongkos makan di kantor pemerintahan yang ada di Polman.

“Kita pahami bersama bahwa tugas dari perawat itu menyelamatkan nyawa manusia, sedangkan hak mereka tidak dipenuhi,” kata Maemunus.

“Jadi hari ini, saya meminta kepada semua perawat sukarela yang ikut aksi untuk seirama dalam satu kata, satu niat. Hari ini kita mogok kerja samapi hak perawat terpenuhi,” sambung Maemunis.

Maemunis menegaskan, jangan ada intimidasi terhadap perawat yang melakukan mogok kerja.

“Tidak boleh ada pihak lain yang mengintimidasi perawat yang mogok kerja. Saya sampaikan kepada Kapolres Polman dan Dandim. Bila ada satu perawat yang mogok kerja diganggu, kami akan ribut di Polman,” ancam Maemunis.

Terpisah, Direktur RSUD Polman, dr. Syamsiah saat dikonfirmasi soal adanya pemecatan terhadap salah satu perawat, dirinya tidak menampik. “Benar, ada salah satu perawat sukrela yang kami pecat. Pemecatan itu dilakukan karena yang bersamgkutan atas nama Sahida telah melanggar etika,” terang Syamsia.

Disinggung soal adanya perekrutan tenaga perawat sukarela tanpa tuntutan gaji, Syamsiah mengatakan, hal itu dilakukan agar perawat sukarela dapat mengasah disiplin ilmunya di Rumah Sakit.

Kata Syamsiah, sangat kasihan bila ilmunya tidak diasah dan bisa membeku. “Olehnya itu, kita lakukan perekrutan,” kuncinya.

Perlu diketahui, jumlah perawat di Kabupaten Polman sebanyak 2.220 orang dan 711 orang diantaranya tenaga sukarela. Di RSUD sebanyak 247 orang dan di Puskemas 202 orang.

Pantauan di lapangan, aksi tersebut mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian setempat.

(usman)

Baca Juga