Aksi Lautan Massa di Majene Tutupi Jalan Utama

  • 22 Jun 2018
  • Peristiwa
  • Sudirman Al Bukhori
  • 385
Gambar Aksi Lautan Massa di Majene Tutupi Jalan Utama Ribuan massa padati tugu pahlawan di Majene.

Mapos, Diperkirakan ada sekitar ribuan massa warga Majene berkumpul di Bundaran Tugu Pahlawan, jalan Poros Majene – Polman, Kabupaten Majene, Sulbar.

Aksi solidaritas ini menutup jalur utama sepanjang Poros Utama Majene – Mamuju – Polman. Aksi massa berasal dari berbagai elemen masyarakat termasuk ASN, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Majene se-Kabupaten Majene

Aksi ini membuat jalur utama dari Tugu Pahlawan tertutup lautan manusia. Berdasarkan pantauan mamujupos.com, Jumat (22/6/2018), tidak tampak kendaraan yang berjalan dari arah kumpulan massa. Sedangkan arus kendaraan dari arah sebaliknya sama sekali tidak bisa berjalan.

Suara massa solidaritas untuk Majene terus mengumandang sepanjang aksi.

Pengamanan aparat cukup ketat mengawal jalannya aksi. Tim pengamanan gabungan dari Polda Sulbar dan Polres Majene terus mengawal jalannya aksi.

Dari kerumunan aksi tampak terlihat beberapa tokoh diantaranya Mantan Bupati Majene dua periode H. Kalman Katta dan Bupati Majene serta wakilnya.

Tuntutan masyarakat Majene menyeruak setelah Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) membagi PI dengan tidak secara adil.

Apalagi pernyataan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) menambah panas dan gerah hati masyarakat Majene. Pasalnya, Gubernur yang menjabat dua periode sebagai bupati di Kabupaten Polman ini mengeluarkan statemen kontroversi dengan menyebut dirinya tidak takut didemo satu kabupaten.

Pernyataan ABM diperkuat dengan ucapan salah seorang Aliansi Masyarakat Majene (AMM) Adi Ahsan saat konsolidasi jilid II melawan kebijakan Gubernur ABM atas pembagian participating interest (PI) Blok Sebuku secara tidak adil dengan Kabupaten Majene.

Adi Ahsan menyebut jika ABM tidak ingin didemo harap mulutnya dijaga.

Namun, Adi Ahsan tidak memungkiri, jika kebijakan yang dikeluarkan oleh ABM justru memperkokoh persaudaraan masyrakat Majene yang ‘pernah terpecah’, baik itu pecah lantaran kepentingan politik maupun karena kepentingan lainnya.

Ribuan massa padati tugu pahlawan di Majene.

“Hari ini kita dipertemukan dari berbagai latar belakang yang hadir; mahasiswa, politisi, birokrat, tokoh masyarkat, pemuda dan LSM. Suara kami satu, TIDAK menerima rencana kebijakan pembagian PI Blok Sebuku yang ditawarkan Gubernur Sulbar kepada Pemda Majene. Seruan kami satu, kembalikan kebijakan itu pada hasil notulensi perjanjian antara Sulbar dan Kalsel yang dilaksanakan di Istana Wapres tahun 2012 lalu,” kata Adi Ahsan.

(ipunk)

Baca Juga