Aksi Damai Ipmapus di Kantor Dinas Sosial Mamuju

0
71

Mapos, Mamuju¬†–¬†Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (Ipmapus) menggelar aksi damai di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Mamuju, Sulbar, Senin (22/10/2018). Aksi ini dilatarbelakangi adanya kata fitnaan yang dilontarkan oleh Kadis Sosial, Suparman, terhadap Ipmapus.

Dimana, kadis sosial telah keluar dari komitmennya, menfasilitasi kartu BPJS untuk warga miskin terkait pelayanan kesehatan sehari di Kecamatan Kalukku dirangkaikan dengan pelantikan Ipmapus.

Namun yang terjadi, pihak Dinsos Mamuju dinilai keluar dari komitmennya menerbikan kartu BPJS dan menuduh Ipmapus ingin mengambil peran dari Dinsos.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Pantauan mamujupos.com, para mahasiswa mengawali aksinya dengan menggunakan kendaraan truk memasuki kantor Dinas Sosial. Mahasiswa membawa bentangan spanduk dengan berbagai tulisan. Salah satu tulisan yang paling menarik adalah ” Suparman Tidak Konsisten, Becus”.

Koordinator aksi, Akhyar dalam orasinya mengatakan, pihaknya meminta agar Suparman meminta maaf atas pernyataannya menfitnah lembaga Ipmapus. Jangan sampai kejadian itu sampai terulang kembali.

“Kami minta ini hari, Suparman meminta maaf atas pernyataannya yang menfitnah lembaga Ipmapus,” katanya.

Kadis Sosial Kabupaten Mamuju, Suparman.

Didepan massa aksi, Kadis Dinas Sosial, Suparman melakukan permintaan maaf dan akan segera menerbitkan kartu BPJS sebanyak 80 orang yang telah disepakati bersama.

Aksi Ipmapus di Kantor Dinas Sosial Mamuju.

Aksi kemudian dilanjutkan ke kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju terkait indikasi adanya pungli pengambilan ijazah bagi siswa yang lulus pada SMP di Kalukku.

Mahasiswa meminta agar kepala sekolah yang melakukan pungli segera dipanggil dan diberikan sanksi tegas.

Dalam orasinya, Akhyar meminta agar Kepala Dinas Pendidikan segera memanggil kepala sekokah SMP yang telah melakukan pungli terhadap siswa.

Ditemui usai aksi, Akhyar mengatakan, adapun pungli yang ditarik oleh pihak sekolah besarannya bervariasi.

“Ada Rp. 100 ribu/siswa dan ada juga yang diatas Rp. 100 ribu,” ujarnya.

(toni)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.