AHY: Tidak Ada Dualisme Partai Demokrat, Ini Pernyataan Resminya

0
109

Mapos, Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan seluruh jajarannya hasil konggres V OD tahun 2020 menyambut dengan gempita luar biasa, Menkumham Yasona H. Laoly menolah permohonan legalisasi struktur PD vesi Moeldoko hasil Konggres Luar Biasa (KLB).

AHY pun mengeluarkan pernyataan resmi. Berikut pernyataan lengkapnya yang diterima redaksi mamujupos.com, Rabu (31/03/20201) malam.

Baru saja, beberapa menit yang lalu, kita mendengarkan  keterangan sekaligus keputusan pemerintah terkait Partai  Demokrat. Pemerintah melalui Menteri Hukum dan HAM,  Menkumham menyatakan: permohonan pihak KLB Deli Serdang  yang diwakili Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko dan drh. Jhoni Allen Marbun, DITOLAK. Ditolak karena gagal  melengkapi berkas adminsitrasi yang dipersyaratkan, sesuai  dengan batas waktu yang telah diberikan. Salah satunya  adalah tidak menyertakan Surat Mandat dari para Ketua DPD  dan DPC, sebagai pemilik suara yang sah, kepada para peserta KLB yang hadir.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha  Esa, bahwa apa yang telah diputuskan oleh Pemerintah hari ini adalah penegasan, terhadap kebenaran, legalitas, dan  konstitusionalitas Partai Demokrat. Terkait Kepemimpinan, Kepengurusan serta Konstitusi Partai, yakni AD/ART Partai Demokrat, yang dihasilkan oleh Kongres ke-V Partai Demokrat  2020 yang lalu. Yang berkekuatan hukum tetap dan telah disahkan oleh negara. Artinya, tidak ada dualisme di tubuh Partai Demokrat. Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada dualisme di tubuh Partai Demokrat. Ketua Umum Partai Demokrat yang sah adalah Agus  Harimurti Yudhoyono.

Atas pernyataan pemerintah itu, dengan kerendahan hati, kami menerima keputusan tersebut. Kami bersyukur, keputusan  pemerintah ini adalah kabar baik, bukan hanya untuk Partai  Demokrat, tetapi juga bagi kehidupan demokrasi di Tanah Air. Alhamdulillah, dalam kasus ini, hukum telah ditegakkan dengan  sebenar-benarnya dan seadil-adilnya.

Untuk itu, atas nama segenap pimpinan, pengurus, kader, dan  simpatisan Partai Demokrat di seluruh Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, yang telah menunaikan janji pemerintah, untuk  menegakkan hukum dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya, dalam kasus KLB yang ilegal dan inkonstitusional ini.

Penghargaan dan ucapan terima kasih, juga kami sampaikan  kepada Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Bapak  Mahfud MD; Menteri Hukum dan HAM, Bapak Yasonna Laoly;  kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal (Pol) Listyo  Sigit Prabowo; kepada jajaran Komisioner KPU; jajaran

Kemenkumham, termasuk Dirjen Administrasi Hukum Umum dan  Dirjen Peraturan Perundang-undangan, serta unsur-unsur  Pemerintah lainnya yang mohon maaf tidak dapat saya sebutkan  satu persatu.

Kami juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang  setinggi-tingginya, atas segala perhatian, doa, dan dukungannya selama ini, kepada sahabat-sahabat partai politik sebagai mitra  berdemokrasi; para tokoh masyarakat (baik di tingkat nasional  maupun daerah), dan masyarakat luas, termasuk para politisi  senior, purnawirawan TNI-Polri, akademisi, ulama dan pemuka  agama, pengamat politik, aktivis demokrasi, budayawan, serta berbagai kalangan Ormas dan civil society lainnya. Seperti sahabat sahabat penyandang disabillitas, kawan-kawan mahasiswa dan  juga generasi muda, anak-anak muda milenial dari berbagai  komunitas. Tidak lupa, kami sampaikan terima kasih dan  penghargaan kepada segenap insan pers dan rekan-rekan media,  yang selama ini telah memberikan ruang pemberitaan kepada kami  dalam menyampaikan duduk perkara yang sebenarnya, dan fakta fakta kebenaran kepada masyarakat luas. Sekali lagi tepuk tangan  untuk media.

Secara pribadi, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan  yang setinggi-tingginya atas kesetiaan, loyalitas, soliditas, kerja keras dan dedikasi yang luar biasa dari para Pimpinan dan  Pengurus Partai mulai dari DPP, DPD, DPC, DPAC, hingga tingkat  ranting, sampai anak ranting, termasuk organisasi sayap, DPLN, dan seluruh kader dan simpatisan Partai Demokrat di seluruh  Indonesia. Secara khusus, kepada seluruh Ketua DPD dan Ketua  DPC sebagai pemilik suara yang sah, yang telah menjaga  integritasnya dalam mempertahankan kedaulatan, kehormatan dan  eksistensi Partai Demokrat di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota.

Terlebih terima kasih dan penghormatan kepada kepada Ketua dan anggota Majelis Tinggi, Dewan Pertimbangan, Dewan Kehormatan dan Mahkamah Partai, serta para sahabat, pimpinan, Ketua dan  Anggota Fraksi Partai Demokrat baik DPR RI, DPRD Provinsi  hingga DPRD Kabupaten/Kota.

Selanjutnya, saya juga menyampaikan penghargaan kepada  sejumlah Ketua DPD dan Ketua DPC yang pertama kali  melaporkan terjadinya kasus ini, secara langsung kepada saya, melalui telepon dan juga layanan pesan singkat. Ini membuktikan  bahwa kedekatan dan komunikasi yang intensif di antara kita,  menjadi kunci bagi soliditas dan kekuatan Partai Demokrat ke  depan.

Semoga sikap-sikap seperti ini, utamanya keberanian dan  kesetiaan, bisa menjadi inspirasi dan contoh yang baik bagi kader kader lainnya, untuk senantiasa menegakkan kebenaran dan  keadilan, ketika godaan uang dan kekuasaan, dihembuskan oleh  para pengkhianat partai. Loyalitas dan keberanian saudara semua  mengingatkan kita pada petuah lama: Fiat Justitia Ruat Caelum; Hendaklah keadilan ditegakkan walaupun langit akan runtuh.

Saudara-saudara masyarakat Indonesia yang saya cintai dan  muliakan,

Peristiwa KLB ilegal ini telah menjadi ancaman serius bagi  perkembangan demokrasi dan agenda regenerasi kepemimpinan di  partai-partai politik di Indonesia.

Kita tahu bahwa jalan untuk memperjuangkan demokrasi memang  tidak mudah; membangun partai juga tidak mudah, membutuhkan  kerja keras, keringat dan air mata, kegigihan, dan kesabaran untuk  membesarkannya. Sementara itu, tidak sedikit orang-orang yang  berusaha mencari short-cut, jalan pintas, menjalankan segala cara, menghalalkan segala cara, termasuk melakukan perampokan partai  politik, dengan cara-cara tidak etis, ilegal dan inkonstitusional.

Sementara itu, dalam situasi perkembangan teknologi informasi  dan komunikasi dewasa ini, kita tahu fenomena dan ancaman post truth politics juga terus membayangi demokrasi kita, dimana  kebohongan yang diulang-ulang bisa dipercaya oleh sebagian  masyarakat, menjadi kebenaran yang baru. Misalnya, ada upaya upaya untuk merekayasa opini publik terkait legalitas partai, dan  juga upaya memanipulasi sejarah pendirian Partai Demokrat.

Untuk itu, sesulit apa pun, mari kita terus memperjuangkan  kehidupan demokrasi yang sehat dan beradab di negeri ini.

Para pimpinan, pengurus, kader dan simpatisan Partai

Akhirnya, saya mengajak para kader Demokrat untuk melanjutkan  perjuangan kita. Jadikan peristiwa KLB Ilegal ini sebagai hikmah  dan pelajaran berharga untuk meningkatkan soliditas dan menjadi  momentum bagi kita untuk bangkit kembali. Hindari fitnah dan  hoax. Sampaikan pendapat, terutama di media sosial, secara  bertanggung jawab. Jangan euforia yang berlebih-lebihan.  Ingat karakter Demokrat, sebagai partai yang cerdas dan  santun. Harus tetap rendah hati, harus tetap mawas diri.

Terus kuatkan silaturahmi dan kolaborasi kita, dengan masyarakat  sipil dan segenap elemen bangsa lainnya. Mari terus berkoalisi  dengan rakyat, memperjuangkan harapan rakyat. Insya Allah, niat  baik ini dan perjuangan kita semua akan diridhai oleh Allah SWT,  Tuhan Yang Maha Kuasa.

Akhir minggu ini, insyaallah saya akan kembali melanjutkan perjalanan saya keliling nusantara, untuk memperkuat soliditas dan  persatuan segenap kader di seluruh tanah air.

Mari rapatkan barisan. Bersama kita kuat, bersatu kita

Terima kasih.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Jakarta, 31 Maret 2021

TTD

Agus Harimurti Yudhoyono 

Ketua Umum Partai Demokrat

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.