Ado Mas’ud: Pesta Demokrasi Usai, Tidak Ada Lagi Istilah ‘Paslon’

0
345

Mapos, Mamuju – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan permohonan gugatan Habsi-Irwan Pilkada Mamuju 2020 ditolak. Hal ini diketahui dalam sidang pengucapan putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Rabu (7/2/2021).

Perkara tidak diterima karena pemohon tidak memiliki kedudukan hukum dengan tidak memenuhi ambang batas selisih perolehan suara yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Mahkamah Konstitusi berpendapat dalil dan alat bukti para pemohon tidak cukup memberikan keyakinan kepada majelis hakim untuk menyimpangi ketentuan soal ambang batas dan meneruskan ke pembuktian.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Bahwa kita sudah dinyatakan keluar sebagai pemenang sebab permohonan gugatan paslon nomor 2 itu secara sah di nyatakan ditolak oleh MK. Artinya putusan MK ini adalah meligitimasi atas keinginan rakyat yang telah mempercayakan kepada Tina-Ado untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Mamuju,” papar Wakil Bupati Mamuju yang terpilih Ado Mas’ud dalam nggopi bareng bersama awak media di salahsatu warkop yang ada di kota Mamuju, Rabu (17/02/2021).

Dia mengungkapkan bahwa perbedaan politik adalah sesuatu yang lumrah dan dinamika politik memang sudah seperti itu.

“Sekarang tugas kami adalah tidak ada lagi pilihan nomor 1 dan nomor 2 yang ada adalah kita semua. Sebab membangun Mamuju ini perlu melibatkan semua statkholder yang ada, apakah kemarin pilihannya nomor 2 atau golput misalnya ya itu adalah tugas kita, tentunya kita mengajak kepada semua komponen untuk bersama-sama membangun Mamuju ini,” ucap Ado Mas’ud.

Terkait situasi pasca gempa Ado’ katakan, tentu hal itu menjadi fokus perhatian bagi Tina-Ado bagaimana pasca gempa mulai korban hingga pemulihan ekonomi.

“Kita dalam situasi pasca gempa bagaimana pasca gempa ini mulai dari korban gempa, apakah itu dampaknya ke rumah hunian, infrastruktur perkantoran, dan korban jiwa,” ujarnya.

Dia juga mengatakan saat ini pihaknya masi merlihat begitu banyak masyarakat yang melakukan pengunsian.

“Saat ini masi banyak masyarakat kita yang melakukan pengubsian di beberapa titik dengan memasang tenda. Tentu ini menjadi perhatian kita. Fokus kita kedepan, menyelesaikan persoalan ini,” tuturnya.

Ditanya soal persiapan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mamuju terpilih, pria berambut gondrong itu katakan, persiapannya masih menunggu informasi pasti dari Mendagri melalui Pemprov. Tapi dari info sementara insya Allah itu pada tanggal 26 Februari 2021.

“Persiapannya kita sederhana saja karena situasi Covid-19. Lalu kemudian kita lagi dalam situasi gempa. Ya tentu kita tidak bisa melakukan selebrasi kemenangan yang berlebihan, tidak melakukan Euforia yang berlebihan. Sebab kita dalam situasi Covid-19, insya allah sesederhana mungkin tetap melakukan standar Covid prokes,” tutupnya.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.