Mapos, Mamuju – Ketua Yayasan Pendidikan Mitra Manakarra, Suhardi Duka (SDK), menghibahkan seluas 1,7 hektar tanahnya untuk dibanguni sekolah Buah Hati Islamic School. Sekolah ini memiliki multyple intelegency dan bertaraf internasional.
“Tanah seluas ini bisa dibangun sekolah mulai SD sampai perguruan tinggi. Dan memang saya sudah melakukan study banding langsung ke sekolah Buah Hati di Jakarta. Banyak hal yang sudah didesain oleh Yayasan Ibnu Abbas, yang menaungi sekolah ini. Karena itu, saya langsung bersedia diajak kerjasama untuk membangun Buah Hati Islamic School di Mamuju. Yang ada di Jakarta, tidak ada bedanya dengan di Mamuju,” tutur SDK usai peletakkan batu pertama pembangunan Buah Hati Islamic School, Rabu (21/08/2018).
SDK mengaku, sebelumnya dia pun punya sebuah pesantren yang berlokasi di Desa Tadui Mamuju. Pesantren itu murni dibiayai yayasan atau non profit, sebab dikhususkan untuk warga miskin dan anak-anak yatim.

“Kerjasama dengan Yayasan Ibnu Abbas ini bisnis dan social interprese. Keduanya saling terkait. Dan salah satu ciri daerah yang mandiri adalah memiliki banyak sekolah swasta atau banyak sektor swasta. Sebab semua murni dibiayai swasta yang bersangkutan. Artinya, tidak membebani pemerintah lagi,” katanya.
Saat ini, lanjut SDK, dibutuhkan penguasaan sain, teknologi dan profesionalisme. Namun terasa ‘kering’ jika hanya itu yang dimiliki. Kebutuhan sekarang ini jauh lebih dalam yakni agama, hati dan akhlak.
“Itu yang harus dipersiapkan dari sekarang. Banyak pejabat tergekincir. Dan kita di Sulbar bersyukur memiliki Kapolda yang selalu menyeru pada kebaikan serta ibadah. Di Indonesia hanya ada seorang Kapolda seperti di Sulbar,” katanya.
Ketua Pelaksana kegiatan Hajrul Malik, menyebutkan, gedung yang akan dibangun ini merupakan cabang ke 7 Buah Hati Islamic School. Dijajaki keberadaannya sejak bulan Februari 2017.
“Alhamdulillah setelah kami ekspose, ada dukungan dari Pemkab Mamuju. Kami pun mulai melakukan rekruitmen calon guru. Ini penting karena pola pendidikan kami berbasis karakter. Sekarang ini sudah mulai beroperasi di gedung sementara dengan 7 murid. Seorang diantaranya adalah laki-laki,” urainya.
(maman)






