Opini  

Batas Pemisah Pers dan Medsos

Oleh : Drajad H Wibowo
(Ekonom Senior)

Salah satu buah reformasi yang banyak manfaatnya adalah kebebasan pers. Saya 34 tahun hidup dalam era Orde Baru dengan sagala kelebihan dan kekurangnnya. Karena itu saya tahu betul bagaimana kita hidup, berpikir dan berpendapat dalam lingkungan tanpa kebebasan pers.

Setelah reformasi, pers tumbuh sangat pesat dan bebas menulis apa saja, bahkan berita palsu sekalipun. Pers jadi lebih berperan dalam menentukan arah demokrasi kita. Bukan hanya itu. Pers Indonesia semakin powerfull dalam menentukan arah politik nasional dan daerah, termasuk siapa yang berkuasa. Posisi ini berbeda jauh dengan negara-negara di sekitar kita. Jika anda pergi ke Singapura, Malaysia dan Thailand, anda akan merasakan, betapa membosankannya pers di sana.

Banyak hal positif yang kita peroleh dari kebebasan pers. Contohnya, pemberantasan korupsi semakin efektif karena peran pers. Pejabat publik semakin dituntut agar akuntabel dan bermoral. Karena cepat atau lambat, pers akan mampu membongkar skandal mereka. Perdebatan tentang sebuah isi atau kebijakan menjadi lebih berbobot, karena orang lebih bebas berpendapat.

Meski demikian, ada efek sampingan yang menghawatirkan. Pertama, checks and balances jauh tertinggal dari laju kebebasan. Akibatnya, sebagian media bukan lagi bersuara secara obyektif. Mereka malah menjadi alat propaganda.

Kedua, dalam beberapa kasus, bisnis dan modal jadi lebih berkuasa dibanding jurnalisme itu sendiri. Salah satu efeknya, budaya jurnalisme investigasi tertinggal jauh dari propaganda dan pembentukan opini. Karena, yang terakhir ini secara bisnis lebih menguntungkan. Bahasa ringkasnya, muncul gejala bahwa jurnalisme terkooptasi oleh bisnis dan modal.

Karena itu saya berharap, Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini menjadi penyemangat bagi insan jurnalisme yang sejati. Penyemangat untuk mengoreksi kedua hal di atas. Jika tidak dikoreksi, saya khawatir pers Indonesia bakal kesulitan menahan gempuran medsos dan sumber berita alternatif.

Kenapa? Karena checks and balances dan jurnalisme investigatif itu adalah keunggulan kompetitif pers yang tidak dimiliki oleh medsos. Tanpa kedua hal itu, apa yang membedakan jurnallsme dengan facebook dan kawan kawannya.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...