Bapperida Sulbar Optimalkan Sektor Kelautan Melalui PAIR

Mapos, Mamuju – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulawesi Barat mengambil langkah nyata dalam mengoptimalkan sektor kelautan melalui partisipasi aktif dalam riset lapangan internasional Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR), Selasa (21/04/2026). Diskusi yang berlangsung di Hotel Grand Maleo ini bertujuan merumuskan strategi implementasi ekonomi sirkular pada industri rumput laut, mulai dari kepastian pasokan hingga tata niaga yang lebih adil bagi petani dan pelaku usaha.

Menurut Kepala Bapperida Provinsi Sulbar, Amujib, menegaskan bahwa kehadiran Bapperida adalah untuk memastikan hasil riset lapangan tersebut terintegrasi secara teknis ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Hal ini penting agar arah kebijakan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2025 – 2029 terkait komoditi rumput laut memiliki basis data yang kuat.

“Partisipasi Bapperida dalam FGD ini bertujuan menyelaraskan potensi lapangan dengan misi utama pembangunan yang ditetapkan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.” jelas

Dalam forum tersebut, Bapperida Sulbar diwakili oleh Penelaah Teknis Kebijakan, Andy Ariskha Masdar, dan Perencana Ahli Pertama, Ilman. Mereka memaparkan bahwa kondisi geografis Sulawesi Barat dengan garis pantai yang panjang merupakan aset utama dalam mendukung indikator Ekonomi Biru.

“Peluang investasi sektor rumput laut sangat menjanjikan karena kondisi geografis sulbar yang cocok garis pantai yang panjang. Untuk itu, Arah kebijakan pemerintah perlu menjadikan komoditi rumput laut sebagai komoditi unggulan untuk mendukung indikator ekonomi biru,” tegas Andy Ariskha.

Lebih lanjut, Andy menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui RPJMD Tahun 2025 – 2029 telah mendorong pengembangan komoditas rumput laut yang mencakup tiga poin strategis:

1. Misi Pertama: Mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui sektor kelautan.

2. Misi Kedua: Mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

3. Misi Keempat: Membangun infrastruktur, konektivitas, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

FGD ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas sektor dengan menghadirkan perspektif akademisi dari berbagai universitas, seperti Unhas, IPB, Unair, dan Unsulbar. Turut hadir jajaran instansi teknis dari DPMPTSP Sulbar, DAGPERINKOP Sulbar, serta Pemerintah Kabupaten Mamuju.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...