Meneguhkan IKA HIPERMAJU sebagai Rumah Besar To Mamuju

Dari Rantau Kembali ke Akar

Oleh: Muhammad Yusuf, S.H., M.H.
Alumni Hipermaju

Mapos, DI tanah yang kita kenal Manakarra sebagai Pembolongang Manurung Makkarama, Mamuju bukan sekadar wilayah administratif. Ia adalah ruang hidup, ruang ingatan, dan ruang pengabdian.

Dalam filosofi Mamuju Mandar, tanah ini adalah Angngatan Simemangang, tempat kehidupan bertumbuh, tempat nilai diwariskan, dan tempat identitas dijaga lintas generasi.

Namun, sejarah panjang perantauan anak-anak Mamuju juga telah membentuk realitas baru, kita tercerai secara geografis karena DOB, tetapi sesungguhnya tidak pernah terpisah secara batin.

Di kota-kota besar, di lorong-lorong kampus, di ruang birokrasi, hingga di panggung profesional nasional dan global nama Mamuju selalu hidup dalam dada para perantaunya.

Dari sanalah lahir satu kesadaran kolektif, bahwa ikatan itu tidak boleh dibiarkan cair tanpa arah. Ia harus dilembagakan. Ia harus diberi bentuk. Ia harus dijaga.

Di titik inilah, gagasan pembentukan Ikatan Alumni Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Mamuju (IKA HIPERMAJU) menemukan relevansinya. Bukan sekadar organisasi, tetapi sebagai rumah besar bagi seluruh anak rantau To Mamuju.

IKA HIPERMAJU. Bukan Sekadar Alumni, tetapi Ikatan Peradaban IKA HIPERMAJU tidak boleh dimaknai sempit sebagai wadah nostalgia atau forum silaturahmi seremonial. Lebih dari itu, ia adalah manifestasi dari Mana’ di Siolai, amanat leluhur yang mengikat kita dalam satu darah dan satu rasa menjadi ikrar bersama mengembang amanat Manakarra.

Semboyan Setto rasa, setto pappena’ding, mana’ di siolai bukan sekadar jargon emosional, melainkan fondasi etik yang menegaskan bahwa setiap alumni memiliki tanggung jawab moral untuk saling menopang (saling menyangga) dan menguatkan.

Dalam konteks ini, IKA HIPERMAJU harus berdiri di atas tiga pilar utama. Pertama, sebagai simpul solidaritas. Organisasi ini harus menjadi ruang aman bagi setiap alumni, tempat berbagi peluang, solusi, bahkan menjadi sandaran saat menghadapi kesulitan.

Gagasan seperti Dana Abadi Pembolongang bukan hanya program, tetapi simbol gotong royong modern berbasis kearifan lokal.

Kedua, sebagai pusat produksi gagasan. Dengan hadirnya Dewan Pakar lintas profesi, IKA HIPERMAJU berpotensi menjadi think tank daerah yang mampu memberi masukan strategis bagi pembangunan Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu, serta Provinsi Sulawesi Barat.

Ketiga, sebagai jembatan kaderisasi. IKA HIPERMAJU tidak boleh terputus dari akar yaitu adik-adik mahasiswa dan pemuda di perantauan. Program mentorship, pendampingan karier, hingga fasilitasi akses pendidikan menjadi agenda utama agar estafet kepemimpinan tetap terjaga.

Menjaga Independensi, Menguatkan Kemitraan

Salah satu kekuatan yang harus dijaga dalam desain AD/ART IKA HIPERMAJU adalah posisi strategisnya sebagai mitra, bukan subordinat pemerintah daerah.
Kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, Pasangkayu, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat harus dibangun dalam prinsip setara, profesional, dan bebas dari kepentingan politik praktis.

Di sinilah kedewasaan organisasi diuji. IKA HIPERMAJU harus mampu. Memberikan rekomendasi kebijakan yang objektif. Mengawal pembangunan secara partisipatif.
Sekaligus menjaga marwahnya sebagai organisasi independen. Karena jika organisasi ini larut dalam kepentingan sesaat, maka ia akan kehilangan legitimasi moralnya sebagai representasi kolektif alumni.

Dari Identitas ke Gerakan Nyata

Struktur organisasi yang dirancang mulai dari Musyawarah Besar, Dewan Pembina, Dewan Pakar, hingga Pengurus Pusat dan wilayah, sudah mencerminkan tata kelola modern. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana struktur itu dihidupkan dengan gerakan nyata.

Beberapa program unggulan yang dirumuskan dalam rancangan AD/ART sudah berada pada arah yang tepat, seperti. Dana Abadi Pembolongang. Mentorship karier. Forum silaturahmi tahunan. Kemitraan pembangunan daerah
Ke depan, hal ini dapat diperkuat dengan. Digitalisasi jaringan alumni (database terpadu).

Platform kolaborasi bisnis alumni. Beasiswa berbasis gotong royong alumni. Gerakan pulang kampung intelektual (brain gain), bukan sekadar mudik emosional

Penutup

Mengikat Masa Depan dalam Satu Rasa
Pada akhirnya, pembentukan IKA HIPERMAJU adalah tentang meneguhkan kembali siapa kita.

Kita adalah To Mamuju yang lahir dari tanah yang sama, dibesarkan oleh nilai yang sama, dan dipanggil oleh tanggung jawab yang sama.

Filosofi Kasolonganta To Mamuju, keterbukaan, kebersamaan, dan saling menopang harus menjadi roh dalam setiap langkah organisasi ini.

IKA HIPERMAJU harus menjadi ruang berkumpulnya gagasan, tempat bertumbuhnya solidaritas, dan kendaraan pengabdian bagi tanah kelahiran.

Karena sejatinya, sejauh apa pun kita merantau, kita tidak pernah benar-benar pergi.

Kita hanya sedang mengumpulkan bekal untuk pulang membangun kembali Tampo Makkarama, menuju Mamuju yang Masannang Masagena. Agar terwujudnya Masyarkat Mandar Provinsi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.

(***)