Taking the Good (Hari ke-2), Jalan-Jalan Kebaikan Itu Banyak

Secangkir Kopi

Oleh : Hajrul Malik *

Mapos, KEMARIN kita belajar tentang taking the good seni menangkap kebaikan dengan sadar, mengizinkan hati benar-benar merasakannya, lalu menyimpannya sebagai energi hidup.

Hari ini, kita lanjutkan dengan satu kesadaran penting: jalan-jalan kebaikan itu ternyata sangat banyak.

Rasulullah ﷺ membuka kesadaran ini dengan satu hadis yang sangat dalam maknanya:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ،

فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ،

وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ،

وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ،

وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ،

وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ،

وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ،

وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى.

(HR. Muslim)

Artinya:

“Setiap pagi, pada setiap ruas tulang salah seorang dari kalian ada sedekah.

Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah.

Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah.

Dan semua itu dapat digantikan dengan dua rakaat shalat Dhuha.”

Dalam tubuh manusia terdapat 360 ruas tulang. Artinya, setiap hari kita diberi 360 peluang untuk berbuat baik.

Bukan hanya saat kita mampu. Bukan hanya saat kita lapang. Tapi setiap hari, selama kita masih bernapas.

Menariknya, sedekah tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar. Kadang ia hadir dalam bentuk yang sangat sederhana:

– menahan emosi saat ingin meluap

– memilih diam agar tidak menyakiti

– tersenyum ketika hati sedang lelah

– berprasangka baik saat kecewa

– atau sekadar berniat baik dalam diam

Inilah sedekah qāṣirah kebaikan yang kembali menenangkan diri kita sendiri.

Namun ada pula sedekah yang melampaui diri, yang manfaatnya mengalir kepada orang lain: menolong, menguatkan, mendengarkan, mendoakan, menuntun. Inilah sedekah muta‘addiyah kebaikan yang berjalan, berpindah, dan menghidupkan.

Dan indahnya, Allah tidak menjadikan kebaikan itu berat. Bahkan Nabi ﷺ menutup semuanya dengan kasih sayang: “Semua itu cukup digantikan dengan dua rakaat shalat Dhuha.”

Seolah Allah berbisik lembut: Aku tahu kamu lelah… maka Aku mudahkan jalanmu.

Maka hari ini, kita tak perlu menunggu momen besar untuk berbuat baik. Cukup hadir, sadar, dan jujur pada niat.

Karena sejatinya, taking the good bukan tentang mencari yang luar biasa, tetapi menyadari bahwa kebaikan selalu tersedia di setiap napas, setiap langkah, setiap detik kehidupan.

(***)

 

 

* Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Barat bidang Kerjasama Antar Lembaga
error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...