Jeonju, Kota Budaya Terbaik Ketiga Dunia

Laporan: Ketua PWI Sulbar, H. Naskah M. Nabhan Jeonju, Korea Selatan
Laporan:
Ketua PWI Sulbar, H. Naskah M. Nabhan
Jeonju, Korea Selatan

Mapos, JEONJU… Lawatan delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke Korea Selatan sampai ke Jeonju (Jeonju-si), salah satu distrik Provinsi Jeollabuk-do. Kota indah yang terkenal dengan budaya tradisional yang kuat.

Kunjungan ke Jeonju adalah untuk bertemu Walikota Jeonju dan Asosiasi Wartawan Jeonju yang bernaung di Journalists Association of Korea (JAK). Selain itu, sekaligus untuk promosi kopi asli Indonesia.
Pada pertemuan di lantai 4 kantor walikota (Jeonju City Hall), Senin 18 Desember, delegasi PWI diterima Walikota Jeounju, Kim Seung-Su. Ada yang khas bila memasuki Jeonju City Hall di lantai 1. Tercium semerbak aroma kopi dan terlihat beragam gambar kopi menghiasi dinding.
Lantai 1 Jeonju City Hall memang seakan mirip kafe. Dan yang lebih berkesan adalah para barista atau peracik kopi sekaligus para pengelola kafe adalah para penyandang disabilitas.
Ini tentu kebijakan yang sangat arif dan bijaksana yang patut dicontoh. Nilai-nilai kemanusian dan kearifan lokal sebagai bagian dari kebudayaan begitu dijunjung tinggi. Saling menghargai dalam budaya tradisional masih kental di Jeonju.
Kondisi ini tentu kontras dengan kebijakan sebagian pejabat kita di Indonesia. Bila memegang kekuasaan maka semua lini dimonopoli kerabat keluarga. Bahkan hanya untuk mengelola kantin sekalipun.
Tidak mengherankan bila Jeonju adalah salah satu kota spesial. Dikatakan spesial karena Jeonju merupakan kota budaya  ketiga di dunia. CNN Amerika Serikat pun pernah membuat laporan khusus untuk kota budaya ini.
Dengan predikat sebagai Kota Budaya Ketiga di dunia, Jeonju pun semakin dikenal. Pada setiap tahun, kota dengan penduduk 600 ribu jiwa ini dikunjungi 10 juta wisatawan. Kunjungan paling meriah pada saat Festival Film Jounju yang digelar setiap tahun.
Perkembangan Jeonju yang semakin pesat tidak terlepas dari peran penting Walikota Kim Seung-Su yang kini berusia 46 tahun. Dialah yang membawa Jeonju sebagai kota peringkat pertama persaingan antarkota se Korea Selatan. Sebelumnya Jeonju menempati peringkat 126.
Kecerdasan dan kearifan sang walikota sudah tampak dengan melihat ruang kerjanya. Di atas meja bertumpuk sejumlah buku. Dia mengaku sangat rajin membaca. Tampak pula separangkat monitor komputer.
Oh yah, saat walikota ini bekerja dia tidak duduk. Dia tidak memiliki kursi empuk layaknya para pejabat kita. Dia berdiri di depan meja kerjanya. Untuk itu meja kerjanya agak tinggi. Dia mengaku tahan bekerja sambil berdiri hingga tiga jam untuk kemudian istirahat sejenak.
Ketua PWI Sulbar / Dirut Sulbar Express Naskah M Nabhan foto bersama Walikota Jeounju Kim Seung-Su
Ketua PWI Sulbar / Dirut Sulbar Express Naskah M Nabhan foto bersama Walikota Jeounju Kim Seung-Su

Kim Seung-Su juga memertahankan dan tetap menjaga Jounju sebagai kota lama. Ini terlihat di ruang kerja sekaligus ruang tamu yang menggunakan limbah kayu. Meja dan kursi tamu semuanya dari limbah kayu. Sama sekali tidak terlihat sofa mewah atau kursi stainless.

Dan bila Walikota Kim Seung-Su kunjungan ke luar negeri maka ruang kerjanya terbuka untuk umum. Siapa saja bebas masuk. Kebanyakan yang datang utamanya hanya untuk berfoto di meja kerja walikota.
Kami tentu kagum atas kharisma walikota yang banyak diidolakan kaum wanita ini. Kecerdasan, kearifan dan wajah yang memang terbilang gagah adalah sebagian dari modal personal untuk membangun Jeonju semakin maju.
Pada kunjungan ini Sekjen PWI Pusat Hendry Ch. Bangun juga memerkenalkan delegasi yang terdiri dari Ketua bidang Luar Negeri PWI Pusat Teguh Santosa, Ketua PWI Sumatera Utara Hermansjah, Ketua PWI Jambi Saman Muraki dan Ketua PWI Jogjakarta Sihono.
Selanjutnya, Ketua PWI Solo Anas Syahirul Alim, Ketua PWI Kalimantan Barat Gusti Yusti Ismail dan saya sebagai Ketua PWI Sulawesi Barat. Sekretaris PWI Sulawesi Selatan Anwar Sanusi dan Sekretaris PWI Kepulauan Riau Saibansah Dardan.
Hendry Ch. Bangun juga menyerahkan sampel kopi Jambi kemasan sebagai bagian dari misi mempromosikan kopi asli Indonesia. Kopi Jambi adalah kopi terbaik nasional.
(*)
error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...