Mapos, Mamuju — Kepala Perwakilan BPKP Sulbar, Harry Bowo menyampaikan rencananya melakukan evaluasi perencanaan dan penganggaran daerah yang berfokus pada kemiskinan dan stunting.
“Kami seluruh Indonesia diminta oleh kepala BPKP untuk memimpin entry meeting. Pada tahun ini kami ingin lebih dalam, melakukan evaluasi. Mengambil sampling di satu kabupaten dan provinsi.” jelas Harry Bowo, Rabu (28/02/2024).
Ia pun memaparkan hasil evaluasi perencanaan dan penganggaran daerah yang telah dilakukan pada 5 sektor di tahun 2023, yaitu pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, pemberdayaan UMKM, daya saing pariwisata, dan ketahanan pangan. Berdasarkan evaluasi, pihaknya menyimpulkan, terdapat potensi subkegiatan yang tidak efektif, khususnya pada pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting.
Merespon evaluasi tersebut Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, meminta jajarannya mereview kembali efektifitas penganggaran tahun 2024. Dan mempertajam pemetaan penganggaran 2024, khususnya anggaran yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rencananya, entry meeting akan dilanjutkan bersama bersama Pj. Gubernur, Sekretaris Daerah dan Jajaran lingkup Sulbar.
(*/adv)






