Mapos, Mamuju – Pelayanan di SPBU di Lebbeng, Tasiu, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dikeluhkan oleh pelanggan, mirisnya operator SPBU tersebut mendahulukan dan mengutamakan pengisian bahan bakar minyak ( BBM) yang menggunakan jeriken dibandingkan pengisian kendaraan.
Seorang pelanggan yang hendak mengisi BBM, Anto mengaku, kesal karena harus menunggu lama.

“Mereka utamakan pembelian bahan bakar ke dalam jeriken dibanding kendaraan,” keluhnya. Kamis (28/3/2019).
Dia menambahkan, Hal itu diutamanakan karena diduga ada ongkos atau upah setiap pengisian BBM ke jeriken.
Menurutnya, SPBU tersebut seringkali melayani jerikan dalam jumlah besar.
“Tiap malam pak itu sering layani jeriken. Biasanya mulai jam 21.00 – 13.00 Wita,” katanya.
Anto mengatakan, kejadian pengisian menggunakan jeriken tersebut sudah berlangsung lama.
Anto meminta kepada pihak yang terkait untuk segera mengusut kejadian tersebut.
Menurutnya, hal itu tentunya merugikan masyarakat atau pelanggan, karena selain menyita waktu untuk menunggu, penggunaan BBM itu bukan atau tidak diperuntukkan untuk jeriken.
“Dalam undang-undang dan peraturan presiden memang ditegaskan bahwa penjualan BBM hanya boleh dilakukan lewat SPBU. Itupun hanya untuk kendaraan, bukan dalam bentuk lain, seperti jeriken. Jika ada yang melayani dalam bentuk jeriken, maka itu ilegal,” ujar dia.

Anto menyayangkan, kurangnya pengawasan dari pihak kepolisian hingga pelayanan jeriken tetap dilayani.
“Saya juga heran dengan petugas kepolisian, tidak sigap menangani ini. Kami sangat dirugikan, yang enak adalah pengusaha,” pungkasnya.
(usman)






