40 Timpora Kecamatan di Majene Dikukuhkan

Gambar 40 Timpora Kecamatan di Majene Dikukuhkan

Mapos, Majene — Usai Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di era kenormalan baru di salah satu hotel di Majene, Jum’at (10/07/2020), Kepala Devisi Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar (Polman) kukuhkan 40 orang Timpora kecamatan.

Kepala Kantor Imigrasi Polman melalui Kadiv Imigrasi, Wisnu Daru Fajar dalam laporannya mengatakan, dengan hadirnya unsur pimpinan daerah dalam kegiatan itu merupakan wujud nyata dukungan pemerintah daerah dalam mendorong penguatan keamanan dan penegakkan hukum terkait keberadaan orang asing di wilayah Kabupaten Majene.

Dikatakan, Rakoor Timpora yang dilaksanakan hari ini dihadiri oleh 8 orang perwakilan unsur kecamatan, 4 orang unsur Polsek, 4 orang perwakilan Koramil, 12 orang dari perwakilan Timpora Tingkat Kabupaten Majene, 3 orang dari Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulawesi Barat dan 10 orang dari Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Polewali Mandar.

“Adapun kegiatan ini didukung oleh Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar Tahun Anggaran 2020 nomor : SP DIPA-O13.06.2.498402/2020 tanggal 12 November 2019,” ucap Wisnu Danu Fajar.

Katanya, pengukuhan Timpora dibentuk untuk mengawasi kegiatan dan keberadaan orang asing di Wilayah Kabupaten Majene mulai dari tingkat kecamatan.

“Juga, Polsek dan Koramil, dengan harapan akan terbentuk sinergitas antar instansi. Pada tahun 2019 telah dibentuk juga 4 Timpora tingkat kecamatan, yaitu Kecamatan Pamboang, Kecamatan Banggae, Kecamatan Malunda dan Kecamatan Sendana. Pada hari ini, Jum’at tanggal 10 Juli 2020 akan dikukuhkan Timpora untuk Tingkat Kecamatan Banggae Timur, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kecamatan Tubo Sendana dan Kecamatan Ulumanda sehingga total Timpora tingkat kecamatan sudah mencakup seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Majene yaitu sebanyak 8 Kecamatan,” ungkap Wisnu.

Kedepannya, lanjut dia, pihaknya akan Iebih meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar anggota Timpora agar keberadaan Timpora yang ada sekarang dapat berjalan optimal dalam perannya melakukan pengawasan terhadap orang asing sesuai dengan kewenangannya.

Ia juga berpesan bahwa pihak Imigrasi sangat menerima masukan, pandangan dan kritik perspektif demi kuatnya koordinasi dalam wadah Timpora.

“Kita maklumi bersama bahwa pengawasan orang asing tidak hanya pada instansi Imigrasi semata, melainkan juga pada instansi lain yang mengusung tugas-tugas pengawasan,” sebutnya.

Koordinasi pengawasan orang asing adalah forum pertukaran informasi antar instansi, dimana informasi tersebut dianalisa oleh Timpora untuk dilanjutkan kepada anggota tim sesuai dengan kewenangannya.

“Terselenggaranya tugas-tugas pengawasan orang asing oleh instansi di luar Imigrasi akan menjadikan Timpora semakin solid dan kuat karena hasilnya merupakan kompilasi dari berbagai sudut pandang yang saling melengkapi dan menutupi segala kekurangan,” ujar Wisnu.

Dia berharap, semoga hasil pertemuan yang dilakukan dapat mensinergikan sikap, potensi dan kekuatan masing-masing menjadi satu keterpaduan dalam mewujudkan kesamaan langkah dan tindakan sesuai ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Pada tempat sama, Pj Sekda Majene, Burhan Usman mengajak kepada Timpora untuk bekerja dengan hati yang ikhlas dan selalu mengaitkan dengan Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Majene yaitu Majene Profesional, Produktif dan Proaktif.

“Karena kita adalah warga Majene, maka mari kita senantiasa mengedepankan kerja profesional. Kalau sudah menjadi kebiasaan, maka tidak akan sulit bagi kita dalam melaksanakan kegiatan atau aktifitas yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Burhan.

Kegiatan yang akan dilaksanakan bukan hanya direncanakan saja namun tetap dibarengi dengan controling atau evaluasi.

“Supaya kita tidak mengulang kegagalan yang telah lampau.
Saya yakin dan percaya bahwa apa yang telah menjadi tanggung jawab kita hari ini selaku Timpora, tentu akan mudah dilalui,” pungkasnya.

(*)