Terima Kasih Petugas Corona, Semoga Lelah jadi Berkah

Gambar Terima Kasih Petugas Corona, Semoga Lelah jadi Berkah

Mapos, Jakarta – Ragam dukungan terhadap petugas medis yang merupakan pasukan terdepan perlawanan terhadap virus corona mulai ditunjukkan oleh masyarakat dan pemerintah.

Bentuknya, mulai dari karangan bunga, panganan, alat pengamanan diri (APD), hingga asuransi kesehatan.

Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso (RSPI SS), misalnya, yang kebanjiran puluhan karangan bunga, baik dari masyarakat maupun instansi.

“Selamat berjuang para satria pejuang medis dikter-dokter & perawat RSPI Sulianto Saroso,” demikian salah satu kalimat di karangan bunga.

“Lindungilah selalu para pejuang medis, mulai dokter, perawat, staf RS, dan Kemenkes dalam melayani masyarakat agar kita cepat terbebas dari COVID-19/corona,” tulis salah satu karangan bunga kiriman masyarakat di RSPI.

“Terima kasih pahlawan kami dokter, perawat, beserta jajaran RSPI-SS dan seluruh RS di Indonesia yang 24 jam membantu para pasien Covid-19. Semoga lelah menjadi berkah,” demikian tertulis dalam karangan bunga lainnya.

Tak hanya itu, RSPI, yang jadi salah satu pusat penanganan Covid-19, juga menerima bantuan vitamin, alat pelindung diri, hingga makanan untuk para pegawai.

Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menggelontorkan Rp6,1 triliun untuk asuransi dan santunan kepada tenaga medis.

“Untuk bidang kesehatan ada Rp6,1 triliun untuk asuransi dan santunan kepada tenaga medis yang sekarang ada di depan, hadapi risiko [Virus Corona] paling besar,” ucap dia, JUmat (20/3).

Direktur RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, menyebut berbagai pihak mulai menyadari perjuangan para petugas medis yang penuh risiko. Meski tak mengetahui dari mana saja karangan bunga itu berasal, ia menyampaikan apresiasinya atas dukungan moril itu.

“Kami merasa berbesar hati, bahwa kami mendapatkan suatu perhatian apa yang telah kami kerjakan,” kata dia, dikutip dari CNN Indonesia TV, Jumat (20/3).

“Mereka (masyarakat) mendengar merasakan begitu simpatiknya kepada petugas kesehatan, bukan hanya di RSPI, tapi seluruh Indonesia yang telah memberikan suatu pengorbanan perjuangan untuk penanganan Corona, di tengah kepanikan, kegalauan orang-orang dengan ketakutan tinggi, tapi petugas kesehatan masih berjuang,” ia menuturkan.

RSPI sendiri menyiagakan tujuh dokter paru, 216 perawat, 2- dokter umum, 60 dokter spesialis, serta tenaga farmasi, apoteker, petugas kebersihan.

Diketahui, sejumlah tenaga medis sudah menjadi korban Virus Corona di Indonesia. Misalnya, perawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dan seorang dokter di Medan.

Petugas juga mengeluhkan kekurangan APD untuk penanganan Corona. Bahkan, petugas di Garut sempat memakai jas hujan, alih-alih baju hazmat, dalam penanganan pasien Corona.

(*)

Sumber: cnnindonesia.com

Baca Juga