Terdakwa Koruptor Pengadaan Bibit Kopi Dilimpahkan ke Penuntut Umum Kejati Sulbar

0
75

Mapos, Mamuju – Barang bukti dan terdakwa koruptor pengadaan bibit kopi, DM, diserahkan ke Kasi Japidsus Kejati Sulbar RIizal F kepada Kasi Jaksa Penuntut Umum Kejati Sulbar Hijaz Yunus. Penyerahan pun disaksikan Aspidsus Kejati Sulbar Feri Mupahir.

Kasi Penkum Kejati Sulbar Amiruddin, mengatakan, pelimpahan terdakwa dan barang bukti ini berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat Johny Manurung Nomor: PRINT – 196/P.6.5/ Fd.2/ 03/ 2021, tanggal 22 Maret 2021 perihal Penyerahan Tanggung Jawab Tersangka dan Barang Bukti.

“Diserahkan pada hari Selasa tanggal 23 Maret 2021 sekira jam 14.30 Wita,” sebutnya.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Terdakwa DM, lanjutnya, didampingi penasehat hukumnya Ely Sambominanga dan Samuel. Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan

“Selanjutnya tersangka diteruskan ke Kejari Mamasa yang diterima oleh Kasi Pidsus Akbar untuk proses penuntutannya di persidangan,” kata Amiruddin.

Dengan berbagai pertimbangan terdakwa akan penahanan kota selama 20 ke depan. Terhitung sejak tanggal 23 Maret 2021 sampai dengan tanggal 11 April 2021.

“Terdakwa dalam keadaan sakit dan masih memerlukan perawatan medis. Sebagaimana surat keterangan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo serta kerugian negara sudah dipulihkan 100 persen saat masih dalam tahap penyidikan,” katanya.

Diungkapkan, pada TA 2015 Dinas Pertanian, Perkebunan dan Holtikultura Kabupaten Mamasa melaksanakan pengadaan bibit kopi dengan nilai kontrak sebesar Rp. 8.985.000.000. Dengan item pekerjaan berupa Pengadaan Bibit Kopi sebanyak 1.000.000 batang jenis kopi jenis Arabika dan Robusta.

Dalam pelaksanaan kegiatan, terdakwalah yang mengurus segala sesuatunya mewakili PT. Supin Raya. Dimana pada akhir pelaksanaan pekerjaan, sebagian bibit kopi tersebut belum didsitribusikan kepada petani.

“Untuk menutupi kesalahannya, terdakwa meminta kepada Murnianto selaku PPK (perkara terpisah, red) agar dilakukan addendum. Dan pembayaran dilakukan sebesar 100 persen kepada PT. Supin Raya pada tanggal 21 Desember 2015,” urainya.

Berdasarkan penghitungan kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan (BPKP) Propvnsi Sulawesi Barat, dalam Pengadaan bibit kopi kegiatan perluasan Tanaman Kopi pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Mamasa Tahun Anggaran 2015, negara mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 1.166.808.870,00 dan sudah dipulihkan oleh terdakwa saat masih tahap Penyidikan.

Melanggar PasalĀ  2 ayat (1) Sub Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.