Sebelum Ditangkap KPK, Romi Bertemu Muflih yang Kini Jabat Kanwil Kemenag Sulbar

Gambar Sebelum Ditangkap KPK, Romi Bertemu Muflih yang Kini Jabat Kanwil Kemenag Sulbar Ketua Umum PPP Romi bersama H. Muflih dan Bupati Majene, Fahmi Massiara dan juga Ketua DPW PPP Sulbar.

Mapos, Mamuju – Media ini mendapatkan foto pertemuan antara Dr H Muflih B Fattah (sebelum menjabat sebagai Kanwil Kemenag Subar) dengan Ketua Umum PPP Romahurmziy atau biasa dipanggil Romi.

Dalam foto tersebut, terlihat Romi dan H. Muflih yang kini menjabat sebagai Kepala Kanwil Kemenag Sulbar serta Bupati Majene H. Fahmi Massiara yang juga Ketua DPW PPP Sulbar sedang menikmati hidangan bersama diatas meja. Dalam foto itu ada tujuh orang.

Entah apa yang mereka perbincangkan dalam pertemuan itu. Namun beredar isu bahwa pertemuan tersebut diduga membicarakan soal posisi jabatan di Kanwil Kemenag Sulawesi Barat.

Dari foto tersebut, media ini mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, H. Muflih, namun saat dihubungi melalui via selulernya, H. Muflih tidak merespon. Media ini pun kemudian mengirim pesan melalui sms, namun tetap juga tidak direspon.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saufuddin bersalaman dengan DR. H. Muflih B. Fattah usai dilantik jadi Kepala Kemenag Sulbar di Jakarta.

Perlu diketahui, belum lama ini pula, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin melantik sejumlah Kepala Kanwil Kemenag. Termasuk Kanwil Kemenag Sulbar yang kini dijabat oleh H. Muflih.

Beberapa hari kemudian, usai pelantikan, Ketua Umum PPP Romahurmziy terjaring OTT KPK.

Operasi Tangkap Tangan atau OTT yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK di Jawa Timur di duga terkait pengisian jabatan.

Pengisian jabatan atau akrab disebut jual beli jabatan ini tak hanya dilakukan di daerah, tetapi diduga terjadi pula di kementerian pusat.

“Kami duga terjadi adalah diduga ada pemberian dan penerimaan uang terkait pengisian jabatan,” tutur Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, Jumat (15/3/2019), seperti dikutip dari tribunnews.com.

Saat penindakan, KPK mengamankan lima orang dan uang pecahan rupiah.

“Yang bisa disampaikan, saya konfirmasi saat ini ada uang yang diamankan dalam pecahan rupiah.

Diduga itu terkait dengan pengisian jabatan di kementerian. Kementerian ini tidak hanya di Jakarta ya tetapi juga jaringan atau struktur kementerian yang ada di daerah juga,” tambah Febri.

(usman)

Baca Juga