Pokja BP2JK Disinyalir “Main Mata” Dengan Rekanan

Gambar Pokja BP2JK Disinyalir “Main Mata” Dengan Rekanan

Mapos, Mamuju – Proses lelang proyek ratusan miliar rupiah di Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Kontruksi (BP2JK) wilayah Sulbar lingkup Kementrian PUPR disinyalir Pokja “bemain mata” dengan salah satu rekanan. Hal tersebut dibeberkan Tim Investigasi Gerakan Rakyat Anti Korupsi ( Gerak) Wilayah Sulbar, Haris Nasution.

Haris mengungkapkan, Pokja BP2JK disinyalir telah melakukan persengkongkolan untuk memenangkan tender proyek kepada salah satu perusahan CV 77 Mandiri.

Padahal menurut Haris perusahaan tersebut diduga kuat tak memenuhi syarat adminitrasi. Haris pun enggan membeberkan syarat yang dimaksud dan akan membeberkannya bila dari pihak penegak hukum memintanya.

“Saya akan beberkan jika pihak penegak hukum meminta bukti,” jelas Haris, Kamis, (15/8/2019).

Tak hanya itu, Haris juga mempertanyakan kedatangan salah satu Dirjen Bina Kontruksi Kementerian PUPR, yakni Sarif Burhanuddin ke Sulbar.

Haris menyebut, kedatangan Sarif Burhanuddin untuk mediasi kisru kepala BP2JK dengan PPK.

Bahkan mediasi itu diduga pula melibatkan Pokja, sejumlah satker dan Kepala Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah Provinsi Sulbar.

“Mediasi itu untuk mendesak secepatnya PPK membuat kontrak yang sudah di tetapkan sebagai pemenang,” beber Haris.

Sebab itu, Haris meminta Tipikor Polda Sulbar segera mengusut dan memeriksa Kepala BP2JK dan Pokja karna diduga menerima suap.

Sementara, Kepala BP2JK Kementerian PUPR, Ince Sofyan saat dikonfirmasi di kantornya belum berhasil ditemui.

Dari informasi yang diterima melalui stafnya, Ince Sofyan sedang rapat.

(Berita ini masih berlanjut dan akan diverifikasi selanjutnya).

(usman/salim majid)