Pimpinan OPD Diminta Hidupkan Semangat Digitalisasi

Gambar Pimpinan OPD Diminta Hidupkan Semangat Digitalisasi

Mapos, Mamuju – Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulbar diminta membangun mindset menghidupkan semangat digitalisasi guna mempercepat transformasi digital dalam pengembangan SPBE.

Hal tersebut ditekankan Sekprov Sulbar, Muhammad Idris pada rapat evaluasi penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan kesiapan transformasi digital di lingkup Pemprov Sulbar, yang berlangsung di ruang meeting lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Senin 14 September 2020.

“Semangat digitalisasi di OPD tidak mungkin hidup kalau pimpinannya tidak mencoba menghidupkan hal itu. Jadi mohon siapapun jadi pejabat, mindset digitalnya harus langsung muncul dan untuk mendorong ke arah situ, pasti dimulai dari OPD masing-masing,”tandas Idris.

Idris mengungkapkan, berdasarkan data hasil evaluasi yang dilakukan pada tahun lalu, OPD lingkup Pemprov Sulbar yang konsen terhadap pengembangan SPBE baru sebesar 30 persen.

“Berdasarkan data yang saya himpun secara mandiri, saya menemukan tidak lebih dari 30 persen OPD bergerak maju SPBEnya. Kalau beginikan stagnan, tidak ada pergerakan siginifikan,”ungkap Idris.

Dengan hasil evaluasi itu, Idris menyatakan, dirinya akan mewanti-wanti membuatkan evaluasi dengan model dashboard di akhir tahun ini. Dengan begitu, menurutnya akan menemukan OPD mana yang berada di zona merah, kuning dan hijau.

“Yang zona merah itu kita berusaha untuk mendorong sambil juga memberikan penalti, misalnya anggarannya kita kurangi,”tegas Idris.

Dalam transformasi digital, lanjut Idris, selain membangun mindset digital juga membutuhkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM ) yang memiliki talenta digital.

Sehubungan hal tersebut, melalui kesempatan itu, Idris menyarankan kepada OPD agar mendorong tenaga PTT yang memiliki talenta digital untuk dijadikan sebagai tenaga teknis pengelola SPBE.

“Apabila kita hitung-hitung sedikit ASN yang memiliki talenta digital yang bagus, maka langkah selanjutnya kita coba mengembangkan anak-anak PTT kita yang memiliki talenta digital. Jadi saya harap ada anak PTT talenta digitalnya bagus, jadi kalau ada saya mohon diagret dan diberikan penghargaan yang terbaik dengan memberikannya tambahan penghasilan,”imbau Idris.

Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Sulbar, mengatakan, pembiayaan pengembangan SPBE yang ideal di lingkup Pemprov Sulbar membutuhkan anggaran sebesar Rp. 18 miliar pada tiga tahap program yakni 2020, 2021 dan 2022.

“Anggaran Rp. 18 miliar itu khusus untuk pengembangan SPBE yang ideal kedepan. Untuk seluruh perbaikan transformasi digital, kalau Pemprov Sulbar ingin memperbaikinya membutuhkan anggaran sebesar itu, tapi tentu dengan tahapan-tahapan dimulai 2020, 2021 dan 2022.

Mengenai kesiapan SDM, Safaruddin menuturkan, telah dilakukan pelatihan pengembangan IT dan jaringan baik terhadap Dinas Kominfo sendiri, maupun kepada semua OPD dan Pada 2021 akan merekrut tenaga teknis yang bersertifikat sebanyak 10 orang.

“Tenaga kita baru lima orang yang mempunyai sertifikasi, sehingga kedepan kita akan merekrut sebanyak 10 orang. Kalau semua OPD kita maksimalkan butuh 100 orang yang betul-betul naluri IT itu ada,” beber Safaruddin.

Selain itu, sesuai arahan Sekprov Sulbar, kedepan selain ASN juga akan mengembangkan potensi yang ada di OPD lingkup Pemprov Sulbar yakni dari tenaga PTT dan OPD harus memberikan reward terhadap mereka dengan memberikan tambahan penghasilan sesuai kemampuan IT nya.

(mhy)

Baca Juga