Pemuda Sulbar Hamburkan Pupuk Bantuan Palsu

0
177
Massa aksi menghamburkan pupuk palsu di halaman Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (12/10/2017)
Massa aksi menghamburkan pupuk palsu di halaman Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (12/10/2017)

Mapos, Mamuju – Puluhan mahasiswa dan pemuda Sulbar yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Untuk Sulbar menggugat peredaran pupuk palsu, Kamis (12/10/2017). Mereka juga menyoroti soal aksi mogok para dokter di RS Regional, kinerja pendamping Kakao dan sejumlah isu lainnya.

Massa melakukan aksi demo di halaman Kantor Gubernur Sulbar. Mereka membawa karung yang berisi pupuk palsu.

“Lihat itu pupuk bantuan pemerintah yang diberikan pada rakyatnya! Dan lihat akibat yang diderita rakyat. Fakta ini perlu pemerintah tahu. Turun ke lapangan,” tandas salah seorang orator aksi.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Pupuk palsu itu pun dihambur. Beberapa petugas Satpol PP dan polisi sempat memperhatikan dengan seksama. Ternyata pupuk yang terbungkus rapi dalam karung itu terbuat dari tanah merah.

“Ini bukti kebohongan nyata pemerintah. Pernyataan Presiden bahwa Sulbar punya potensi pertanian yang besar, berbanding terbalik dengan perilaku pemerintahnya. Laporan kesejahteraan di sulbar hanya sampai pada angka-angka di atas kertas. Tidak ada indikasi yang membenarkan bahwa rakyat Sulbar sudah sejahtera. Yang ada, rakyat dibohongi dan dibodohi. Bantuan pupuk salah satu faktanya,” tegas orator lain.

Selang beberapa saat, massa aksi bergeser menuju halaman parkir. Tepat di depan pintu masuk Kantor Gubernur Sulbar. Orasi pun berlanjut.

Seorang orator dari Kecamatan Aralle Kabupaten Mamasa mengungkapkan, para petugas pendamping kakao desa tidak pernah turun ke lapangan. Anehnya, selalu ada laporan yang luar biasa terkait perkembangan kakao di daerah itu.

“Pak Gubernur, mereka perlu dievaluasi. Diduga mereka selalu membuat laporan fiktif. Semua data yang dilaporkan tidak benar dan kami tidak pernah bertemu mereka di lapangan,” tandasnya.

Korlap aksi Supriadi, mengatakan, kasus pupuk palsu dan beberapa isu yang digugat namun tidak ada respon itu akan dilaporkan ke Kejari dan Polres Mamuju. Ditegaskan, masalah ini serius dan sudah merugikan petani di Sulbar.

“Petani dari Desa Paku di Polman sampai Desa Suremana di Matra rugi akibat menggunakan pupuk palsu ini. Pemerintah harus bertanggungjawab,” tegasnya.

Diakui, belum ada uji laboratorium terkait pupuk palsu. Namun bukti fisik dan fakta di lapangan memastikan pupuk yang diedarkan itu palsu.

(maman) 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.