KPK Duga Jual Beli Jabatan di Kemenag Hingga ke Daerah, Bukan Cuma di Jatim

  • 22 Mar 2019
  • Hukum
  • Sudirman Al Bukhori
  • 251
Gambar KPK Duga Jual Beli Jabatan di Kemenag Hingga ke Daerah, Bukan Cuma di Jatim

Mapos, Jakarta – KPK membongkar adanya dugaan praktik dugaan suap terkait pengisian jabatan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jawa Timur. Kasus itu menyeret eks Ketum PPP Romahurmuziy sebagai tersangka karena diduga mengatur pengisian sejumlah jabatan Kemenag di daerah.

Wakil ketua KPK Laode M Syarif menyebut dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama tak hanya terjadi di Jawa Timur (Jatim). Hal tersebut karena KPK mendapatkan sejumlah laporkan terkait kasus yang sama dari berbagai daerah.

“Kita tidak bisa katakan masif tapi kami dapatkan banyak informasi. Bukan hanya Jawa Timur yang kemarin itu, tapi informasi yang didapatkan KPK itu ada juga dari daerah lain,” kata Syarif di Gedung KPK, Jumat (22/3/2019).

Namun, Syarif enggan merinci daerah mana saja yang melaporkan hal tersebut. Ia mengatakan hal itu merupakan bagian dari penyidikan.

Kendati demikian, Syarif menyebut bahwa KPK memang tengah mengembangkan penyidikan. Sebab, berdasarkan pengalaman KPK, apabila operasi tangkap tangan dilakukan, kemungkinan pelaku sudah melakukan hal serupa beberapa kali.

“Oh iya, biasanya kan kalau kita terjadi tangkap tangan seperti itu, terus kita lihat terjadi tangkap tangan itu tidak hanya sekali. Kita melakukan, kalau ada yang terjadi tangkap tangan itu lebih dari sekali,” kata Syarif.

“Ini kan pengembangan penyidikannya sedang berjalan, ya sabar lah kalau meneliti korupsi itu harus teliti, harus macam-macam jadi jangan semuanya harus diburu-buru,” pungkasnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Romy sebagai tersangka suap seleksi jabatan di Kementerian Agama. Romy diduga menyalahgunakan jabatannya selaku Ketua Umum PPP.

Romy diduga telah menerima suap Rp 300 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin. Suap itu diduga agar Muafaq dan Haris bisa mengisi jabatan tersebut.

(*)

(Sumber: Kumparan)

Baca Juga