KONI Sulbar Gelar Rakor dan Bintek Untuk Pemetaan Cabor

Gambar KONI Sulbar Gelar Rakor dan Bintek Untuk Pemetaan Cabor Rakor dan Bintek KONI Sulbar di hotel Maleo Mamuju, Kamis (27/12/2018)

Mapos, Mamuju – Sebanyak 38 cabor yang ada di Sulbar dan 6 KONI kabupaten se Sulbar berkumpul di hotel Maleo Mamuju untuk mengikuti rapat koordinasi dan bimbingan teknis yang digelar KONI Sulbar, Kamis (27/12/2018). Kegiatan yang dinilai krusial ini akan berlangsung hingga tanggal 29 Desember 2018.

Ketua Umum KONI Sulbar, Hamid, mengungkapkan bahwa mapping atau pemetaan cabor ini dilakukan dalam rangka menghadapi pra PON dan PON XX di Papua pada tahun 202o. Ini menjadi penting, sebab hanya cabor unggulan saja yan akan diikutkan pra PON dan PON.

“Sebagai salah satu provinsi peserta PON, sudah pasti berambisi untuk meningkatkan prestasi dan posisi. Minimal melebih capaian sebelumnya. PON XIX di Bandung lalu Sulbar berada diposisi buncit. Yang akan dilakukan nanti dalam rakor dan bintek ini, minimal ada rumusan solusi agar kita tidak lagi menjadi juru kunci,” tuturnya.

Rakor dan Bintek KONI Sulbar di hotel Maleo Mamuju, Kamis (27/12/2018)

Bintek, lanjut, diharapkan melahirkan cabor yang memang menjadi andalan Sulbar. Dan pemetaan dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin cabor-cabor unggulan itu.

“Kita mau berbuat terbaik pada even PON mendatang. Atas dasar itulah pemetaan perlu dilaksanakan. Minimal kita letakkan dasar untuk ikuti pra PON dan PON,” kata Hamid.

Sementara itu Sekprov Sulbar Muh. Idris, menilai, kegiatan ini merupakan forum strategis bidang olahraga.

“Diakhir tahun, KONI tetap concern atau fokus memberikan perhatian untuk memajukan olahraga. Sulbar tidak akan maju kalau afiliasi politik tinggi. Itu harus dihapus,” katanya.

Dia berharap, para peserta rakor dan bintek ini memanfaatkan 3 momentum. Yakni membangun komitmen, kualitas dan waktu.

Sebab pada prinsipnya pencapaian prestasi bergantung dari 7 pilar. Yakni policy atau kebijakan yang diterjemahkan ke dalam aksi strategis, organisasi, sarana dan prasarana, pembinaan atlet, kompetisi, pelaku olahraga dan anggaran yang cukup,” tutupnya.

(*)

Baca Juga