Ketika Hujan Jadi Berkah Bagi Warga Mamuju

  • 24 Agu 2019
  • Mamuju
  • Sudirman Al Bukhori
  • 257
Gambar Ketika Hujan Jadi Berkah Bagi Warga Mamuju

Nampak keceriaan diraut wajah Muhammad Al Gani Qastalani. Bocah berusia 12 tahun itu.

Baginya, hujan adalah sumber berkah buatnya bersama dengan teman-teman seusianya.

“Horeeee, hujan,” katanya, sembari berlari keluar rumah dan bermandi-mandi hujan.

Bersama dengan teman-temannya, Al Gani mulai terlihat bersemangat. Air hujan yang turun itu dimainkannya dengam tepukan jemari lentik kecilnya. Terkadang teriakan kebahagiaan itu menggema menutupi suara atap yang terkena air hujan di kompleks Rangas, Jalan Andi Pattana Endeng, Mamuju, Sabtu 24 Agustus 2019.

Saat jemari lentiknya sedang memainkan air hujan, teman seusianya kemudian mengajaknya untuk bermain bola. Suara anak-anak itu semakin menggema dengan terikan kebahagiaan saat permainan itu mulai dimainkan.

“Tendang kesini,” kata Paje’

Al Gani kecil dan teman seusianya terus bermain. Basah kuyup dan dingin tak dipikirkam, bagi mereka, kesempatan turunnya hujan menjadi berkah buatnya.

Tak kusam di makan zaman, ternyata bukan cuma Al Gani kecil saja yang suka bermandi-mandi hujan.

Orang dewasa pun tak mau ketinggalan. Bermacam aktivitas dilakoni saat tengah bermandi hujan. Ada yang mandi-mandi di laut, bermain bola dan sebagainya.

Hujan menjadi berkah bagi warga Mamuju. Aktivitas itu sering memang dilakukan warga Mamuju tatkala hujan turun membasahi Bumi Manakarra. Mereka tidak melewatkan kesempatan itu.

Hujan adalah rahmat

Rasulullah SAW pernah mandi hujan.

Dalam hadist riwayat Muslim, Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata,”Kami bersama Rasulullahshallallahu alaihi wasallam kehujanan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyingkap pakaiannya agar terkena air hujan. Kami bertanya: Ya Rasulullah, mengapa kau lakukan ini?”

”Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab,’Karena ia (hujan) baru saja datang dari Tuhannya ta’ala’.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi, dalam kitab Al Minhaj, menjelaskan makna hadist ini. Maknanya bahwa hujan adalah rahmat, ia baru saja diciptakan Allah ta’ala. Maka kita ambil keberkahannya.

Hadits ini juga menjadi dalil bagi pernyataan sahabat-sahabat bahwa dianjurkan saat hujan pertama untuk menyingkap –yang bukan aurat– agar terkena hujan.

”Ibnu Rajab dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para sahabat Nabi pun sengaja hujan-hujanan seperti Utsman bin Affan.”

Demikian juga Abdullah bin Abbas, jika hujan turun dia berkata:”Wahai Ikrimah keluarkan pelana, keluarkan ini, keluarkan itu agar terkena hujan.”

Ibnu Rajab juga menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib jika sedang hujan, keluar untuk hujan-hujanan. Jika hujan mengenai kepalanya, dia mengusapkan ke seluruh kepala, wajah dan badan kemudian berkata:”Keberkahan turun dari langit yang belum tersentuh tangan juga bejana.”

Abu al-Abbas Al Qurthubi juga menjelaskan,”Ini yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mencari keberkahan dengan hujan dan mencari obat. Karena Allah ta’ala telah menamainya rahmat, diberkahi, suci, sebab kehidupan dan menjauhkan dari hukuman.” (Al Mufhim).

(*)

Baca Juga