Kepala Kantor Kemenag Gresik Akui Beri Rp 50 Juta ke Staf Menag Lukman

Gambar Kepala Kantor Kemenag Gresik Akui Beri Rp 50 Juta ke Staf Menag Lukman

Mapos, Jakarta – Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muafaq Wirahadi, mengaku pernah memberikan uang Rp 50 juta kepada staf ahli Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang bernama Gugus Joko Waskito.

Menurut Muafaq, uang itu diberikan saat ia bertemu Gugus di hotel di kawasan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, sekitar Januari atau Februari 2018.

“Saya serahkan uang Rp 50 juta, saya ambil dari dalam tas saya, terus saya bungkus uang itu dalam kresek hitam, saya berikan kepada saudara saksi (Gugus) dan saksi menyatakan (bilang) sama-sama,” kata Muafaq di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/7).

Muafaq menyebut, ketika itu ia dihubungi oleh Gugus yang sedang di hotel tersebut yang acaranya dihadiri oleh pejabat Kemenag di wilayah Jawa Timur. Ia mengaku setelah memberikan uang itu langsung pergi meninggalkan Gugus.

“Di sana sudah banyak teman-teman kepala kantor dan jajaran lainnya yang saya kenal waktu itu, yang sekaligus juga ikut seleksi jabatan eselon 2,” kata dia.

Ia tidak menjelaskan apakah uang itu terkait dengan seleksi jabatan di Kemenag Kabupaten Gresik atau tidak.

Sementara Gugus membantah telah menerima uang tersebut. Namun, ia mengakui adanya pertemuan itu.

“Enggak ada, karena saya tidak pernah mengambil kamar di hotel, saya nginep di rumah ibu saya yang tidak jauh dari Trawas,” kata Gugus.

Gugus juga mengakui bahwa Muafaq pernah membicarakan untuk kenaikan jabatan di Kemenag sebelum ada pertemuan itu.

Staf Ahli Menag, Gugus Joko Waskito usai diperiksa KPK.

“Ya kurang tahu tujuannya apa, cuma bilang beliau kalau ada peluang promosi saya ini sudah lama sudah lama jadi eselon 4, sejak Kakanwil-nya sebelum Pak Haris,” kata Gugus seraya menirukan ucapan Muafaq.

Terkait hal itu, Gugus menyatakan tidak pernah menyampaikannya kepada Lukman ataupun pihak Kemenag lainnya.

“Enggak ada, karena Pak Menteri enggan ngurus kepala kantor Kemenag,” kata Gugus.

Dalam kasusnya, Muafaq didakwa menyuap anggota DPR Romahurmuziy alias Romy yang juga eks Ketua Umum PPP, sebesar Rp 91,4 juta. Suap diduga diberikan agar Romy membantu Muafaq dalam proses pengangkatan menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Jawa Timur. (*)

(Sumber: Kumparan)

Baca Juga