Kejati Sulbar Tahan Dua Tersangka Koruptor Proyek Jalan Salutambung-Urekang

Gambar Kejati Sulbar Tahan Dua Tersangka Koruptor Proyek Jalan Salutambung-Urekang

Mapos, Mamuju – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar, menahan dua orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek peningkatan ruas jalan Salutambung-Urekang tahun anggaran 2018 di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene.

Kedua tersangka koruptor itu adalah Direktur PT. Samarinda Perkasa Abadi, H. Rahbin (42) dan rekanan Mohammad Imhal (44). Mereka langsung digiring ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju di Jl Pengayoman, Kelurahan Rumuku, Kecamatan Mamuju, Kamis (05/03/2020).

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulbar Feri Mupahir, mengatakan, dua tersangka diduga telah menyalahgunakan uang muka proyek yang melekat pada Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat.

“Berdasarkan hasil perhitungan auditor BPKP Sulbar, kerugian negara sekitar Rp 1,5 miliar,” sebutnya.

Feri mengungkapkan, uang muka proyek peningkatan jalan Salutambung-Urekang, digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Seharusnya untuk membiayai mobilisasi peralatan, personel, pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok bahan atau material, dan persiapan teknis lainnya. Sesuai dengan rencana penggunaan dana.

“Dua tersangka diduga melanggar Pasal 88 ayat (1), (2), (3) Perpres Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara atau daerah,” sebutnya.

Selain itu, tersangka juga melanggar Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Kasi Penkum Kejati Sulbar Amiruddin, mengatakan, kasus tersebut merupakan pelimpahan dari Kejati Sulsel. Dan diproses saat masih berstatus Kejaksaan Tinggi Sulselbar.

“Dua tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan berdasarkan Sprinhan T.2 Nomor: Print-114/P.6.5/Fd.2/03/2020 dan Print-117/P6.5/03/2020 tanggal 5 Maret 2020,” kata Amiruddin.

Kasus ini mulai tercium oleh Kejati pada bulan Maret 2019 lalu. Kemudian Kejati Sulbar melakukan pendalaman selama dua bulan di Dinas PUPR Sulbar.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kedua tersangka ditetapkan tersangka dan langsung ditahan,” kuncinya.

(*)

Baca Juga