Junda Maulana: Rakortek Pertajam Perencanaan Pembangunan

Gambar Junda Maulana: Rakortek Pertajam Perencanaan Pembangunan

Mapos, Mamuju – Hasil Rapat Koordinasi Forum Lintas OPD Sulbar yang dilaksanakan di Jakarta, kemarin, bakal dibawah ke Balikpapan, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Bank.

Tujuan dari Rakortek Bank adalah menyelaraskan arah kebijakan pemerintah pusat dengan usulan-usulan program yang akan dibiayai melalui APBN, baik dari APBN murni pelaksanaan Kementerian atau lembaga terkait maupun melalui DAK maupun tugas pembantuan atau melalui dana dekonsentrasi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulbar, DR. H. Junda Maulana mengatakan, rapat koordinasi teknis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dapat membantu mempertajam perencanaan pembangunan.

“Pelaksanaan Rakortek pusat daerah ini dapat mendukung penguatan penyusunan perencanaan di pusat khususnya terkait penajaman aspek lokasi atau spasial, serta meningkatkan kesiapan pelaksanannya,” ujar Junda, Jumat (8/3/2029).

Rakortek sendiri sebenarnya merupakan forum antara pusat dan daerah untuk melakukan pembahasan terkait prioritas nasional dalam rangka mendukung sasaran pembangunan sekaligus masukan awal dalam penyusunan rencana kerja pemerintah (RKP).

Menurutnya, Rakortek sendiri dilaksanakan untuk memacu investasi dan infrastruktur untuk Pertumbuhan dan Pemerataan yang didasarkan pada kebijakan “money follow program” atau anggaran mengikuti program dan dilaksanakan melalui pendekatan perencanaan tematik, holistik, integratif, dan spasial.

Pendekatan perencanaan tersebut, lanjut Junda, perlu diperkuat dengan peran pemerintah agar dapat mewujudkan integrasi perencanaan antara pusat (RKP) dan daerah (RKPD), integrasi penganggaran antara pusat (APBN) dan daerah (APBD), serta penguatan perencanaan spasial yakni dari sisi kesiapan dan keakuratan lokasi pembangunan.

Dia mengatakan, kegiatan Rakortek dibagi dua, pertama wilayah I, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali, serta telah dilaksanakan di Padang, pada 2-4 Maret 2019. Sedangkan untuk wilayah II, meliputi Kalimantan, Sulawesi, Papua , Maluku, NTT, dan akan dilaksanakan di Balikpapan.

Junda mengatakan, pelaksanaan rakortek juga berfungsi sebagai forum konfirmasi dalam mempersiapkan dukungan daerah lebih awal terkait pencapaian sasaran nasional, khususnya sasaran yang merupakan agregasi dari seluruh sasaran daerah serta konfirmasi terkait kesiapan lokasi pelaksanaan kegiatan proyek prioritas nasional.

“Itulah manfaatnya, kenapa kita telah melaksanakan pra rakortek kemarin di Jakarta. Ini agar kita tidak kewalahan untuk menyampaikan dan mendiskusikan lebih awal terkait usulan pemerintah daerah yang akan dibiayai APBN untuk mendukung pencapaian prioritas nasional baik yang terkait dengan kewenangan pusat maupun daerah,” ujar Junda.

“Dan usulan-usulan ini sudah kita persiapakan semua dan semua usulan kita sudah input. Terakhir kita input tanggal 6 Maret 2019, Pukul 23.00 Wita,” tambah Junda.

Rakortek Bank ini adalah satu mekanisme dalam sebuah perencanaan yang memang diatur dalam Permendagri nomor 86 tentang pelaksanaan Rakortek Bank.

Jadi, Tambah Junda, dari hasil pra rakortek di Jakarta, usulan-usulan yang telah ada tinggal dibawa ke Rakortek di Balikpapan.

(usman)

Baca Juga