Haris Hasanudin Akui Suap Romy Rp 250 Juta dan Menag Lukman Rp 70 Juta

Gambar Haris Hasanudin Akui Suap Romy Rp 250 Juta dan Menag Lukman Rp 70 Juta

Mapos, Jakarta – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanudin, mengakui telah memberikan uang kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan eks Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Romy. Haris mengatakan pemberian uang kepada Lukman Rp 70 juta dan Romy 250 juta.

Haris menjelaskan, uang untuk Lukman diberikan secara bertahap. Pertama ia memberikan Rp 50 juta saat acara Kemenag di Hotel Mercure, Surabaya, 1 Maret 2019. Haris memberikan uang itu melalui Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Kanwil Kemenag Jatim, Zuhri.

Menurut laporan Zuhri kepada Haris, uang itu diberikan kepada Lukman melalui ajudannya bernama Hery Purwanto.

“Dilaporkan (Zuhri) bahwa uang yang Rp 50 (juta) untuk Pak Menteri melalui ajudannya,” kata Haris saat menjalani pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/7).

Haris menjelaskan, uang itu merupakan hasil patungan dari para 37 Kakanwil Kemenag di wilayah Jatim. Ia menyebut pemberian uang sebagai tradisi menghargai pejabat yang datang.

“Kita sepakati uang tersebut untuk rujakan. Memang itu tradisi setiap tahun rujakan itu dan kemudian Kakanwil kemenag itu diikutsertakan, biasanya begitu,” ujar Haris.

Sementara uang Rp 20 juta diberikan saat Lukman hadir sebagai narasumber dalam acara Kemenag di Tebu Ireng, Jombang, 9 Maret 2019. Haris mengakui menyerahkan langsung kepada Hery. Ia memberikan uang itu sebagai adat ketimuran.

“Saya enggak sampaikan ke Pak Menteri tetapi saya sampaikan ke Pak Hery, langsung dari tangan saya. Seinget saya Rp 20 juta,” katanya.

Sementara itu uang untuk Romy diberikan lantaran Romy berkontribusi membantunya untuk menjadi Kakanwil Kemenag Jatim. Sebab, Haris mengaku tanpa bantuan Romy sulit mengalahkan para pesaingnya.

“Jadi tatkala saya menyerahkan uang Rp 250 juta itu sebagaimana saya sampaikan, kegaduhan dan kegundahan saya karena rival saya. Rasa saya bersyukur karena saya mengikuti tiap orang ketemu ini, tatkala ada masalah, rival salah satunya, info ke Pak Romy,” paparnya.

Pengakuan Haris itu sesuai dakwaan jaksa KPK. Dalam dakwaan Haris disebut menyuap Romy dan Lukman sebesar Rp 325 juta. Romy disebut menerima uang Rp 255 juta sedangkan Lukman Rp 70 juta.

Suap diduga diberikan agar Romy dan Lukman dapat meloloskannya dalam seleksi jabatan sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. (*)

(Sumber: Kumparan)

Baca Juga