Gubernur Sulbar Enggan Temui Siswa SMN

Gambar Gubernur Sulbar Enggan Temui Siswa SMN

Keterangan foto : Siswa SMN Asal Sulbar saat berada di Rujab Wakil Gubernur Sulbar

Mapos, Mamuju – Entah mengapa, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar enggan menemui pelajar asal Sulbar ini yang hendak bertandang ke Rujabnya.

Padahal mereka ini adalah siswa asal Sulbar yang baru tiba di Mamuju dalam mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) di Papua Barat, Manokwari.

Dari penuturan salah seorang pelajar asal Sulbar ini yang enggan dipublis namanya, ia menceritakan bahwa dirinya bersama teman-temannya di undang ke Rujab untuk makam malam.

“Panitia penyelenggara dari BUMN menyampaikan ke kami bahwa kami di undang oleh gubernur ke Rujabnya untuk makam malam, namun sesampainya di Rujab, gubernur enggan temui kami, alasannya ada tamu,” ucap siswa tersebut, Selasa (20/8/2019).

Bahkan, katanya, sampai mereka pulang, gubenur tak kunjung jua menemui mereka.

“Kita tidak ditemui, malahan perwakilan gubernur yang datang temui kami. Kita disuruh berbaris saja di depan rujab ruang tunggu kemudian yang wakili itu sampaikan bahwa gubernur lagi ada tamu. Setelah itu kami pulang,” ujarnya.

“Kami ke rujab juga atas undangan gubernur melalui penyampaian panitia bahwa ada undangan dari gubernur untuk makam malam, makanya kami kesana,” sambungnya.

Dia mengisahkan pada saat dirinya dan teman-temannya berada di Manokwari saat kericuhan itu terjadi.

“Kamar hotel tempat kami menginap sempat di gedor-gedor. Kami takut,” terangnya.

Kondisi pada saat itu lagi tidak kondusif. “Kami di hotel mulai pukul 07.00 WIT dan nanti pukul 13.30 WIT, baru kami dievakuasi keluar dari hotel,” kisahnya.

Dia mengatakan, seharusnya program SMN berakhir pada tanggal 24 Agustus 2019, namun karena situasi tidak kondusif, ia dan temannya di pulangkan lebih cepat.

“Kami diberangkatkan pada tanggal 14 Agustus 2019 ke Manokwari dan berakhir pada 24 Agustus, tapi karena kondisi tidak aman, kami di pulangkan lebih awal,” tuturnya.

Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) merupakan program pertukaran pelajar, dimaksudkan agar para pelajar dapat mengenal budaya di masing-masing daerah. Program tersebut diselenggarakan oleh BUMN.

Pelajar Sulawesi Barat sendiri bertugas di Papua Barat, Manokwari dan Pelajar Papua Barat ke Sulawesi Barat, Mamuju.

(usman)

Baca Juga