Diduga, Pekerjaan Proyek Talud Dikerja Asal-asalan

Mapos, Mamuju – Diduga, pekerjaan proyek talud di jalan BTN Graha Nusa, tepatnya di belakang RS Bhayangkara Polda Sulbar sepanjang 200 meter dinilai dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai bestek. Alhasil, pekerjaan itu pun mendapat sorotan dari salah satu LSM di Mamuju.

Ketua DPW LSM Sorot Sulbar, Rusdin menilai, pekerjaan itu diduga dikerja asal-asalan dan tidak sesuai bestek.

Talud roboh

Menurutnya, proyek talud penahan ombak tersebut dikerjakan oleh PT. Passokorang, dengan nilai pagu anggaran kurang lebih Rp 2 miliar dari APBD 2018.

Rusdin mengatakan, diduga lantaran mengejar keuntungan hasilnya pun tidak memuaskan.

“Beginimi kalau hanya mengejar keuntungan, hasilnya pun tidak memuaskan,” ucap Rusdin, Senin (18/3/2019).

Ada lagi, tambah Rusdin, besinya tidak sesuai dengan bestek. “Tulang taludnya diduga tidak ada,” jelasnya.

Rusdin menuturkan, awal dari proses pekerjaan proyek tersebut dinilainya sudah tidak benar. Hal ini terbukti bahwa belum genap setahun, proyek talud itu roboh sepanjang 30 meter. Kemudian oleh pihak rekanan memperbaikinya, namun tidak sesuai bentuk awal, artinya proyek ini dikerja tidak sesuai juknis atau tidak sesuai perencanaan awal.

Dok. Mapos.

“Setelah roboh, pihak rekanan hanya meletakkan batu gajah, tidak dikerjakan sesuai perencanaan awal,” beber Rusdin.

Dan yang lebih parahnya lagi, tambah Rusdin, pemasangan batu gajah tidak dilumuri campuran material semen dan pasir, bahkan pemasangan batu gajah hanya disusun begitu saja.

“Batunya hanya ditumpuk-tumpuk saja tanpa harus dilumuri campuran semen dan pasir,” pungkasnya.

Dari hasil investigasi, lanjut Rusdin, proyek tersebut awalnya adalah pekerjaan bronjong, namun kemudian dirubah menjadi talud yang dibeton kemudian setelah roboh berubah lagi menjadi pemasangan batu gajah.

Rusdin meminta agar pihak penegak hukum segera memeriksa pekerjaan itu.

“Ini adalah pintu masuk bagi penyidik untuk segera memeriksa pekerjaan itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadis PU Kabupaten Mamuju, Salihi Saleh saat dikonfirmasi prihal pekerjaan tersebut mengatakan, pekerjaan itu sudah sesuai pada pekerjaan awalnya yakni talud, dan sudah sesuai dengan desainnya.

Dok. Mapos

Dia menambahkan bahwa pekerjaan ini telah selesai dan juga telah diaudit dan diperiksa oleh BPK.

“Jadi pekerjaan ini sudah dianggap selesai dan sudah diaudit dan diperiksa oleh BPK ,” jelasnya

Salihi menjelaskan, persoalan masalah robohnya talud telah dievaluasi oleh PPTK dan menurut PPTK, proyek itu dalam tahap pemeliharaan dan telah diperbaiki oleh rekanan.

Disinggung soal pekerjaan yang awalnya bronjong kemudian berubah menjadu talud, Salihi menjelaskan, secara subtantif pekerjaan itu sudah sesuai dengan perencanaan awal dan desainnya.

“Pekerjaan itu sudah selesai dan telah di audit dan diperiksa oleh BPK,” jelas Salihi.

Ketua DPW Sorot, Rusdin

Disinggung soal besaran anggaran pekerjaan tersebut, Salihi mengatakan, dirinya tidak hafal. “Anggarannya saya tidak hafal pak,” ujarnya, sembari mengatakan yang lebih tahu adalah PPTKnya ibu Lalo.

(usman)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...