BPJS Ketenagakerjaan Sulbar Rangkul Driver Ojol Lewat Sosialisasi dan Penyaluran Sembako

May Day 2026

Mapos, Mamuju – Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026, BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Barat menggelar aksi simpatik yang menyasar para pejuang nafkah di jalanan. Bertempat di area terbuka Kota Mamuju, jajaran BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi masif sekaligus pembagian paket sembako kepada ratusan mitra pengemudi ojek online (ojol).

Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi sekaligus mengukuhkan pentingnya jaring pengaman sosial bagi pekerja sektor informal (Bukan Penerima Upah) yang memiliki risiko kerja tinggi di jalan raya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Barat, Hamyuliawati Hamzah, yang turun langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa momentum May Day harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen pekerja, termasuk mitra driver ojol yang menjadi tulang punggung mobilitas ekonomi di Mamuju.
Menurut Hamyuliawati, perlindungan jaminan sosial adalah hak dasar yang akan memberikan rasa aman bagi para driver saat mencari nafkah, sehingga keluarga di rumah pun merasa tenang.

“Hari Buruh bukan sekadar perayaan, tapi momentum bagi kami untuk memastikan para pejuang di jalanan, seperti mitra driver ojek online, tidak berjalan sendirian menghadapi risiko. Melalui jaminan sosial, negara hadir memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja dan kematian. Pembagian sembako hari ini adalah bentuk kecil dari apresiasi kami atas dedikasi mereka, namun perlindungan jangka panjanglah yang menjadi misi utama kami,” ujar Hamyuliawati Hamzah.

Dalam sesi sosialisasi tersebut, tim BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan secara rinci manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Para pengemudi diberikan pemahaman bahwa hanya dengan iuran yang sangat ringan setara dengan harga dua gelas kopi per bulan mereka sudah mendapatkan manfaat perawatan medis tanpa batas biaya jika terjadi insiden saat bekerja.

Hamyuliawati menambahkan bahwa sinergi antara edukasi dan aksi sosial ini diharapkan mampu mendongkrak kesadaran para pekerja mandiri untuk memproteksi diri secara sukarela.
“Risiko di jalan raya itu nyata dan bisa terjadi kapan saja. Kami ingin para mitra ojol di Mamuju ini paham bahwa modal utama bekerja bukan hanya kendaraan yang sehat, tapi juga diri yang terlindungi. Dengan terdaftar sebagai peserta, mereka tidak perlu cemas lagi akan biaya rumah sakit atau keberlangsungan pendidikan anak jika terjadi risiko fatal,” pungkas Hamyuliawati.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan secara simbolis paket sembako kepada perwakilan komunitas ojol. Para driver menyambut positif aksi ini, menyatakan bahwa edukasi yang diberikan membuka mata mereka mengenai pentingnya asuransi sosial negara yang selama ini sering terabaikan di tengah kesibukan mencari penumpang.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...