Oleh : Harul Malik *
Mapos, PERTEMUAN hangat berlangsung hari ini di Jakarta, mempertemukan dua tokoh utama Sulawesi Barat lintas generasi kepemimpinan. Dalam suasana santai penuh keakraban, tampak Gubernur Sulawesi Barat saat ini, Suhardi Duka, duduk bersama mantan Gubernur Sulawesi Barat, Haji Anwar Adnan Saleh (AAS). Hadir pula Dr. Idris DP, mantan Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Sekretaris Daerah Sulawesi Barat Dr. Junda Maulana, serta Abdul Jawas Ghani dari tim SDK–JSM.
Bincang ringan itu memancarkan makna yang dalam. Ia bukan sekadar temu kangen, melainkan simbol kesinambungan arah pembangunan Sulawesi Barat. Di meja sederhana itu, seolah bertemu masa lalu yang meletakkan fondasi dan masa kini yang tengah berlari mempercepat langkah.
Haji Anwar Adnan Saleh dikenal luas sebagai Bapak Pembangunan Sulawesi Barat, pemimpin yang membangun infrastruktur dasar dan memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung daerah. Fondasi itulah yang kini menjadi pijakan. Estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Suhardi Duka dengan pendekatan yang lebih kolaboratif dan inklusif, merangkul semua kalangan demi akselerasi terwujudnya Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.
Gubernur Suhardi Duka kerap menegaskan bahwa setiap pemimpin memiliki jasa. “Semua gubernur dan pemimpin sebelumnya bekerja dengan baik. Yang bagus kita teruskan, yang belum baik kita perbaiki agar menjadi lebih baik,” demikian prinsip yang ia pegang.
Pertemuan ini menjadi pesan sunyi namun kuat: bahwa pembangunan daerah tidak dibangun dari rivalitas, melainkan dari kesinambungan. Dari Jakarta hari ini, Sulawesi Barat seakan menegaskan arah jalannya melangkah ke depan dengan menghormati jejak kebaikan masa lalu, demi masa depan yang lebih maju dan sejahtera.
(***)






