Massa Aksi Didepan Kedubes Myanmar, Meminta Kedubes Tinggalkan Indonesia

 

Aksi Massa didepan Kedubes Myanmar. Jakarta

Aksi Massa didepan Kedubes Myanmar. Jakarta

Mapos. Jakarta – Massa yang tergabung dalam Komunitas masyarakat profesional bagi kemanusiaan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jalan H Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2017).

Mereka sempat berusaha mendekati pintu masuk Kedubes. Namun, aksi massa tersebut segera dihalau oleh polisi yang berjaga.

Meski sempat memaksa, massa akhirnya menuruti imbauan Kepala Polsek Menteng Ajun Komisaris Besar (AKBP) Ronald Purba.

“Kedutaan besar atau perwakilan asing, baik rumah atau kantor, itu adalah objek vital yang menjadi tanggung jawab Polda. Kami di Polsek memiliki tanggung jawab, jangan sampai kantor diplomat asing ini mengalami gangguan,” ujar Ronald di depan Kantor Kedubes Myanmar.

Massa mendekati Kedubes Myanmar dihalau oleh Aparat

Massa mendekati Kedubes Myanmar dihalau oleh Aparat

Pantauan dilapangan massa yang berunjuk rasa membawa poster dan gambar wajah pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

Di samping gambar tokoh Myanmar itu dituliskan kata-kata “The Inhuman Lady”.

Massa yang berdiri di depan Kantor Kedutaan berusaha mendekat dan ingin menempelkan poster-poster tersebut.

Beberapa dari mereka kemudian membakar poster dan menginjak-injak gambar wajah Aung San Suu Kyi.

Namun, karena terus dihalau polisi, massa akhirnya mundur dan hanya melakukan orasi di depan Kantor Kedutaan.

Massa mendesak Kedubes Myanmar Tinggalkan Indonesia

Massa mendesak Kedubes Tinggalkan Indonesia

Massa yang hadir membawa sebuah mobil pick up yang dilengkapi pengeras suara.

Komunitas masyarakat profesional bagi kemanusiaan Rohingya mendesak agar Pemerintah Indonesia menarik Duta Besar RI di Myanmar.

Hal ini sebagai sikap tegas terkait terus berlangsungnya kekerasan mematikan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

Kekerasan mematikan semakin memburuk di negara bagian Rakhine, Myanmar, dalam beberapa hari terakhir, dengan hampir 100 orang tewas.

Korban tewas meningkat karena bentrokan bersenjata antara tentara dan militan Rohingya terus berlanjut.

Kekerasan juga membuat ribuan Muslim Rohingya khawatir dan melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

(*)

(Sumber : Kompas.com)