Mapos, Mateng – Rahman Daeng Gappa (67), warga Desa Parigi Tobadak 4, Kabupaten Mateng, kritis setelah dikeroyok lima pemuda di Tobadak.
“Korban dikeroyok lima pemuda mulai dari pukulan, tendangan pada bagian kepala dan tubuh. Luka paling serius ada di kepala,” ujar Nasir, anak korban. Sabtu (24/2/2018).

“Pukulan secara terus menerus yang membuat korban geger otak dan kritis,” sambungnya.
Nasir menjelaskan, aksi sadis ini berawal dari istri dari suami Amman (pelaku) yang menanam jagung di lokasi milik Rahman (korban) tanpa sepengetahuan pemilik lokasi. Padahal di lokasi itu telah ditanami sawit yang telah berumur 1 tahun.
Korban yang hendak melihat pertumbuhan tanaman sawitnya mendatangi lokasinya. Setibanya dilokasi, korban kaget dan heran, sawit yang ditanamnya tidak ada, yang nampak hanya tanaman jagung.
Korban sempat menanyakan kepada istri Amman yang pada saat itu berada dilokasinya sedang membersihkan tanaman jagung. Kata korban kemana sawitku, siapa yang cabut. Namun pertanyaan korban tidak dihiraukan oleh istri Amman hingga terjadi percekcokan.
“Dari kejadian itu, istri pelaku melapor ke suaminya prihal tersebut. Dan keesokan harinya terjadilah pengeroyokan yang dilakukan oleh Amman, Pude, Allin, Addin dan Awal.

Sementara itu, Lina yang juga anak korban menuturkan, kelima pelaku itu berperan dalam pengeroyokan kepada bapaknya.
“Dua orang memegang tangan kanan bapak dan kiri bapak saya, sementara ketiganya memukul dari depan dan belakang,” kata Lina.
“Saya minta kepada Kapolda Sulbar dan Kapolres Mamuju untuk serius menangani persoalan ini dan secepatnya menangkap para pelaku yang hingga kini masih bebas berkeliaran,”sambungnya.
(toni)






