Mapos, Mamuju – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Sulawesi Barat, untuk berpartisipasi dalam Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Tahun 2026 yang difasilitasi secara nasional oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Survei nasional ini menjadi instrumen penting dalam mengukur tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia, termasuk kondisi literasi di Sulawesi Barat. Hasilnya akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan, evaluasi program literasi, serta penguatan strategi pembangunan budaya baca di tingkat nasional maupun daerah.
Kepala Dinas Perpusip Provinsi Sulawesi Barat, Mustari Mula, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat Sulawesi Barat sangat penting agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi nyata di daerah.
“Partisipasi masyarakat Sulawesi Barat sangat kami harapkan. Dari suara masyarakat inilah kita bisa melihat secara utuh bagaimana kondisi budaya baca di daerah kita, sehingga program literasi dapat lebih tepat sasaran,” kata Mustari, Kamis 01 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, survei ini tidak hanya berfungsi sebagai pengukuran statistik, tetapi juga menjadi dasar penting dalam memahami pola kebiasaan membaca, akses literasi, serta tantangan yang dihadapi masyarakat dalam meningkatkan minat baca. Data tersebut akan memperkuat berbagai program literasi daerah, termasuk Gerakan Sulbar Mandarras.
Lebih lanjut, Mustari menekankan bahwa semakin besar partisipasi masyarakat Sulawesi Barat, semakin kuat pula representasi data yang dihasilkan untuk kepentingan pembangunan literasi daerah.
“Literasi adalah fondasi kemajuan daerah dan bangsa. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat yang telah memenuhi syarat usia minimal 15 tahun untuk berpartisipasi aktif,” tegasnya.
Survei TKM 2026 dapat diakses secara daring melalui tautan https://s.id/SurveyTKM2026 dan dibuka hingga 31 Oktober 2026. Responden minimal berusia 15 tahun, sehingga pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Sulawesi Barat dapat turut serta memberikan kontribusi.
Dinas Perpusip Provinsi Sulawesi Barat berharap, melalui partisipasi aktif masyarakat Sulawesi Barat, hasil survei ini dapat menjadi cermin nyata kondisi literasi daerah sekaligus pijakan strategis dalam memperkuat budaya baca menuju Sulawesi Barat yang lebih cerdas, maju, dan berdaya saing.
(*)






