BPJS Ketenagakerjaan Sulbar Gelar Sosialisasi Program BPU di Gereja Imanuel Rea Desa Guliling

Mapos, Mamuju – BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Barat terus memperluas jaring pengaman sosialnya ke berbagai sektor masyarakat, termasuk ekosistem keagamaan di wilayah pedesaan. Kali ini, tim BPJS Ketenagakerjaan hadir langsung menggelar sosialisasi masif mengenai program perlindungan bagi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) yang berlangsung di Gereja Imanuel Rea, Desa Guliling, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Kegiatan ini menyasar masyarakat umum, jemaat, pengurus gereja, serta para pekerja informal di sekitar wilayah Desa Guliling agar mereka memahami pentingnya jaminan proteksi diri di tengah aktivitas kerja sehari-hari.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Barat, Hamyuliawati Hamzah, menjelaskan bahwa pekerja informal di pedesaan, seperti petani, pedagang, hingga pengurus rumah ibadah, merupakan kelompok yang rentan terhadap risiko sosial-ekonomi akibat kecelakaan kerja atau kematian.

Menurut Hamyuliawati, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan di tengah jemaat Gereja Imanuel Rea adalah komitmen nyata negara untuk memberikan kepastian perlindungan tanpa memandang latar belakang profesi maupun wilayah.

“Setiap profesi memiliki risikonya masing-masing, tidak terkecuali bagi para jemaat dan pengurus rumah ibadah yang sehari-hari bekerja di sektor informal. Lewat sosialisasi program BPU di Desa Guliling ini, kami ingin memastikan mereka tahu bahwa ada negara yang hadir sebagai bantalan ekonomi jika risiko yang tidak diinginkan terjadi. Ketika pekerja dan pelayan keagamaan merasa aman dan tenang karena sudah terlindungi, produktivitas serta kualitas hidup keluarga pun ikut terjaga,” ungkap Hamyuliawati Hamzah.

Dalam pemaparannya di hadapan para jemaat, tim BPJS Ketenagakerjaan Sulbar mengedukasi masyarakat secara mendalam mengenai dua program dasar BPU, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Edukasi ini menekankan bahwa manfaat perlindungan yang diberikan sangat komprehensif—seperti biaya pengobatan medis tanpa batas untuk kecelakaan kerja—meskipun dengan nilai iuran bulanan yang sangat terjangkau bagi kantong pekerja mandiri di desa.

Hamyuliawati menambahkan bahwa edukasi secara tatap muka di rumah-rumah ibadah sangat efektif dalam menyentuh kesadaran kolektif warga pelosok daerah.

“Kami sangat berterima kasih atas keterbukaan pengurus dan jemaat Gereja Imanuel Rea. Harapan kami, melalui sosialisasi ini, kesadaran mandiri warga Desa Guliling untuk memproteksi diri dapat tumbuh pesat, sehingga terwujud ekosistem desa yang tangguh terhadap risiko sosial ekonomi,” pungkas Hamyuliawati.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab terkait kemudahan proses pendaftaran dan pembayaran iuran, yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga dan pengurus gereja setempat.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...