Mapos, Mamuju – Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Muhdar dan Sumarni, melakukan koordinasi intensif bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Sulawesi Barat dalam rangka pengembangan sistem aplikasi Beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (14/1/2025).
Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan sistem pengelolaan beasiswa yang lebih terintegrasi, transparan, dan akuntabel, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Panca Daya Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dan Salim S. Mengga, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Muhdar menyampaikan bahwa penguatan sistem aplikasi beasiswa menjadi langkah strategis dalam memastikan program bantuan pendidikan berjalan tepat sasaran. “Dengan sistem yang terintegrasi, proses pendaftaran hingga penetapan penerima beasiswa dapat dipantau secara terbuka dan akuntabel,” ujarnya.
Sementara itu, Sumarni menambahkan bahwa integrasi data lintas perangkat daerah sangat penting untuk mendukung kebijakan pendidikan yang berkelanjutan dan selaras dengan arah pembangunan daerah yang telah ditetapkan pimpinan daerah.
Di tempat terpisah, Plt. Kepala Biro Pemkesra, Murdanil, memberikan pernyataan terkait langkah koordinatif tersebut. Ia menegaskan bahwa pengembangan aplikasi beasiswa ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar melalui program Panca Daya.
“Pengembangan aplikasi Beasiswa Pemprov Sulbar merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan Panca Daya Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Salim S. Mengga, khususnya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” kata Murdanil.
Ia berharap kolaborasi antara Biro Pemkesra dan Dinas Kominfo terus diperkuat agar sistem aplikasi beasiswa ini dapat memberikan kemudahan akses layanan pendidikan bagi masyarakat Sulawesi Barat dan menjadi instrumen strategis dalam pembangunan daerah ke depan.
(*)






