Sekolah Rakyat Sulbar Sasar Siswa Miskin dan Miskin Ekstrim

Foto: ilustrasi

Mapos, Mamuju – Pemerintah meluncurkan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi.

Program ini merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini sulit mengakses pendidikan berkualitas.

Di Provinsi Sulawesi Barat peluncuran Sekolah Rakyat akan dilaksanakan pada akhir bulan Juli 2025 berlokasi di Kalukku dan Polman, yang akan menyasar siswa/siswi dari orang tua yang masuk kategori miskin ekstrim dan miskin.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat, Idham Halik, S.ST., MPSSp., menjelaskan dalam dialog di RRI Mamuju, bahwa Sekolah Rakyat tidak memiliki zonasi, penerimaan siswa di Sekolah Rakyat menitik beratkan pada kategori masyarakat miskin ekstrim dan miskin atau desil 1 dan desil 2, Selasa 22 Juli 2025.

Desil merupakan pembagian kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, dari yang paling miskin sampai tingkat paling sejahtera.

“Sekolah Rakyat ini bisa diakses oleh siapa saja, jadi tidak hanya menitik beratkan siswa dari Kalukku saja, tapi menyasar seluruh wilayah Sulbar, untuk SR Sulbar. Jadi untuk SR Polman khusus di Polman saja,” ujar Idham Khalik dalam wawancara di RRI Mamuju yang dipandu sebagai host oleh Hijrah Hawi dari RRI Mamuju.

Menurut Idham, Sekolah Rakyat akan memfasilitasi seluruh aktifitas pembelajaran siswa mulai asrama, ruang belajar dan fasilitas lain yang menunjang dalam proses pembelajaran.

Pola pendaftaran siswa untuk Sekolah Rakyat menggunakan basis data yang masuk dalam miskin ekstrim dan miskin atau tercantum dalam desil 1 dan desil 2.

“Sekolah rakyat akan menanamkan pola pikir pantang menyerah, gigih dalam meraih masa depan, menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan cinta tanah air dan menguatkan rasa percaya diri, berkarakter dan berbudi pekerti yang luhur,” terang Idham Halik.

“Khusus tahun ini, SR Sulawesi Barat akan menerima 50 Siswa SMA dan 50 Siswa SMP. Seluruh sandang pangan, papan akan dibantu dalam Sekolah Rakyat, bahkan orang tua siswa akan diberdayakan,” ungkapnya.

“Sekolah Rakyat ini bertujuan mulia, memuliakan orang miskin,” pungkas Idham.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...