Mapos, Mamuju — Rapat Koordinasi Balai Latihan Kerja Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2024 dii Hotel Aflah Mamuju, Selasa (05/02/2024).
Dihadiri oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, UPTD dan Lembaga Latihan Kerja Se-Sulawesi Barat, serta perwakilan perbankan, sekolah kejuruan, BPJS Ketenagakerjaan dan undangan lainnya.
Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana menyampaikan peluang dan tantangan ketenagakerjaan Sulbar. Menurutnya, diperkirakan pada tahun 2035 penduduk Sulbar akan mengalami peningkatan sebesar 1.737.890 jiwa.
“Pada tahun tersebut jumlah penduduk usia produktif akan mencapai puncaknya dan mencapai bonus demografi. Namun pada saat yang sama angka ketergantungan atau dependency ratio mengalami peningkatan karena jumlah penduduk usia tua atau 65 tahun ke ataa akan meningkat. Ini akan melahirkan generasi sandwich,” katanya.
Selanjutnya Junda mengungkap tantangan dunia kerja di era 5.0. Yaitu :
1. Kualitas Tenaga Kerja Sulbar masih rendah ditunjukkan dengan rendahnya tingkat Pendidikan
2. Rendahnya keterampilan dan produktivitas tenaga kerja menyebabkan daya tawar relative rendah
3. Penduduk Sulbar masih cenderung bergerak pada bentuk pekerjaan yang kurang produktif ditunjukkan dengan persentase penduduk bekerja didominasi pada sector informal (pertanian dan pekerjaan informal yang tidak menuntut high skill)
4. Perkembangan ekonomi digital yang berbasis teknologi berimplikasi pada banyaknya pekerjaan yang akan hilang (cth Teller bank) digantikan dengan pekerjaan berbasis high skill (data analysis, AI dan Machine , smart farming dll)
5. Fleksibilitas Hubungan Kerja. Digitalisasi mendorong berkembangnya hubungan kerja yang semakin fleksibel, semakin cairnya konsep tempat kerja working from home (Remote working)
(*/adv)






