Gotong Royong Jiwa Bangsa Indonesia Sukseskan TMMD Kodim Pasangkayu

Tugu Prasasti TMMD Reguler Ke 118 Kodim 1427 Pasangkayu berdiri kokoh di lapangan Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat

Mapos, Pasangkayu — Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke 118 Kodim 1427 Pasangkayu berlangsung selama sebulan, terhitung dari tanggal 20 September hingga 19 Oktober 2023.

 Sementara tema TMMD, ‘sinergitas lintas sektoral mewujudkan kemanunggalan TNI/Rakyat semakin kuat’, dengan melaksanakan berbagai program fisik dan non fisik.

 Kegiatan TMMD ke 118 dibuka oleh Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa berlangsung di lapangan sepakbola Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

 Program TMMD merupakan salah satu implementasi dari tugas operasi militer selain perang, yaitu memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta.

 TMMD juga membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan yang dilaksanakan melalui kegiatan gotong royong antara personil Satuan Tugas (Satgas) bersama warga ataupun organisasi masyarakat (ormas) lainnya.

 Adapun program fisik dilaksanakan di TMMD, seperti pembukaan jalan 3 Kilometer (Km), pembangunan drainase 150 meter, rabat beton 150 meter, box culvert 1 unit, plat duicker 2 unit, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 3 unit, dan Tempat Pendidikan Alquran (TPA) 1 unit.

 Sementara sasaran non fisik, seperti penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan pertanian dan peternakan, sosialisasi bahaya narkoba, penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), penyuluhan perikanan.

 Kemudian, penyuluhan kesehatan, penyuluhan pendidikan, penyuluhan pengembangan UMKM, penyuluhan bahaya teroris dan paham radikal, penyuluhan KB, penyuluhan hukum, penyuluhan stunting, posyandu dan Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM).

 Dalam melaksanakan program pembangunan sasaran fisik, personel Satgas TMMD ke 118 merupakan gabungan prajurit Tiga Matra dari TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angakatan Laut (AL), TNI Angkatan Udara (AU) di bantu anggota Polri.

 Pelaksanaan pembangunan sasaran fisik ini, Tim Satgas TMMD berjumlah 150 orang tersebar di lokasi sasaran pekerjaan ditambah warga ikut bergotong royong selama 30 hari.

 Sementara wartawan melaksanakan peliputan sejak dimulainya pembukaan TMMD Reguler Ke 118 Kodim 1427 Pasangkayu di lapangan Desa Ako pada Rabu, 20 September 2023 lalu.

 Namun jurnalis aktif melakukan peliputan di minggu kedua pelaksanaan TMMD. Saya sendiri memulai mencari objek berita sejak tanggal, 7 Oktober 2023.

 Salah satu yang menarik perhatian para jurnalis dengan adanya Posko Utama TMMD Kodim Pasangkayu berada diseberang lapangan Desa Ako tempat upacara pembukaan TMMD.

 Posko Utama TMMD Reguler ke 118  Kodim 1427 Pasangkayu menggunakan tenda parasut TNI seluas 6 meterx12 meter dan merupakan pusat informasi.

 Di dalam tenda terdapat beberapa komputer PC dan laptop. Nampak pula terpajang jadwal dan progres sasaran fisik dan non fisik TMMD, sehingga memudahkan wartawan mendapatkan informasi.

 Tak jauh dari Posko Utama, terdapat tiga sasaran fisik, yakni TPA, plat duicker dan rabat beton ditambah bukan program TMMD adalah Tugu Prasasti.

 “Terkadang kami sampai jam 12 malam disini, sebab kami membuat jadwal dan laporan ke pimpin dan komando atas, mulai Korem, Kodam dan Mabesad,” kata Bamin dan Admin Satgas TMMD, Pratu Setiadi.

 Banyak hal yang kami dapatkan dilapangan saat peliputan. Terpantau di lokasi sasaran fisik, Satgas TMMD dan warga menyatu bersatu padu menyelesaikan sasaran fisik.

 Misalnya pembangunan sasaran rabat beton di Dusun Morobio. Warga dan Satgas bergotong royong siang dan malam bekerja lembur mengejar target agar bisa rampung sebelum penutupan TMMD, dan hasilnya selesia empat hari menjelang berakhirnya TMMD.

 Bahkan Danstgas TMMD Reguler Ke 118 Kodim 1427 Pasangkayu, Letkol Inf Rachmat Yunus ke lokasi sasaran saat personil Satgas dan warga bekerja lembur di malam hari untuk memberikan motivasi.

 Selain para bapak-bapak ikut bergotong royong, kaum hawa kalangan ibu-ibu tidak tinggal diam dan mendukung kegiatan Satgas serta warga di malam hari.

 Ibu-ibu Desa Ako menyiapkan amunisi agar semangat anggota Satgas dan warga tetap stabil dalam bekerja. Para ibu-ibu menyiapkan menu makan malam untuk anggota Satgas dan warga yang sedang bekerja.

 Selesai bekerja lembur, Dansatgas berbaur dengan personil Satgas dan warga menyantap makanan yang telah disiapkan ibu-ibu.

 Salah seorang Tokoh Pemuda Desa Ako, Arman mengapresiasi prajurit TNI tidak mengenal lelah mengerjakan sasaran fisik bahkan bekerja lembur agar pembangunan yang dikerjakan bisa cepat selesai.

 “Tentunya kami sebagai warga Desa Ako malu kalau hanya berdiam diri, sebab hasil pembangunan ini nantinya kami sendiri yang menikmati, sehingga warga ikut serta gotong royong siang dan malam,” terangnya.

 Dansatgas yang juga Dandim 1427 Pasangkayu, Letkol Inf Rachmat Yunus mengatakan, tujuan pelaksanaan TMMD, salah satunya mempercepat pembangunan di daerah khususnya di wilayah Kabupaten Pasangkayu.

 “Tentu pembangunan sasaran fisik dan non fisik tidak akan bisa dilaksanakan oleh Satgas TMMD tanpa adanya dukungan moril dan materil dari pemerintah,” kata Letkol Rachmat yang juga Dandim 1427 Pasangkayu itu, Rabu (18/10/2023).

 Ia menyampaikan, selama sebulan penuh pelaksanaan TMMD Ke 118 dengan berbagai program sasaran fisik dan non fisik dengan melibatkan masyarakat.

 “Selain personel Satgas melaksanakan pekerjaan sasaran fisik, warga juga ikut terlibat bergotong royong di pembangunan sasaran fisik,” papar Dandim.

 Menurutnya, kegiatan TMMD juga mempunyai manfaat lain seperti menumbuhkembangkan budaya gotong royong di tengah-tengah masyarakat, karena masyarakat di sekitar lokasi kegiatan juga turut serta melaksanakan pengerjaan fisik.

 “Dengan begitu, kegiatan TMMD ini juga mengajak warga kembali menumbuhkembangkan budaya gotong royong di tengah-tengah masyarakat,” tutur alumni Akademi Militer (Akmil) 2003 ini.

 Dirinya menyampaikan, kegiatan TMMD ini terbuka bagi siapa saja ikut terlibat, baik ormas, OKP (organasisai kepemudaan), maupun masyarakat lainnya.

 “Inilah salah satu tujuan utama kita menyatukan TNI dan rakyat atau ormas-ormas khususnya di Kabupaten Pasangkayu,” papar Dansatgas.

 Ia mengungkapkan, sinergitas Satgas bersama warga atau ormas juga pemerintah untuk mempererat jalinan silaturahmi TNI dengan warga dalam melaksanakan berbagai program pembangunan sasaran fisik dan non fisik TMMD.

 “Dengan progres capaian program fisik dan non fisik telah rampung, maka tentunya Tim Satgas mempersiapkan upacara penutupan pelaksanaan TMMD Reguler ke 118 Kodim 1427 Pasangkayu dilapangan Desa Ako,” ungkapnya.

 Saat penutupan TMMD, kata Dansatgas, akan dilaksanakan peresmian secara simbolis di tugu prasasti TMMD merupakan simbol Satgas bersama seluruh masyarakat Desa Ako telah membangun desanya.

 “Pembangunan tugu prasasti ini melambangkan bukti nyata manunggalnya TNI dengan rakyat. Dan tugu prasasti yang dibuat ini bukan hanya sebagai hiasan belaka, namun ini juga simbol pengabdian kami selaku prajurit TNI kepada bangsa dan rakyat,” katanya.

 Menurutnya, ini merupakan gambaran dan ukiran sejarah, bahwa TMMD Reguler ke 118 Kodim 1427 Pasangkayu sudah memilih dan menyentuh Desa Ako sebagai obyek pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 “Semoga apa yang kami kerjakan disini dapat memberikan manfaat lebih bagi warga, serta untuk mengenang bahwa TNI telah mendharma baktikan dirinya dalam membangun Desa Ako,” tutur Dansatgas.

 Selain itu, masih kata Dansatgas, setelah upacara penutupan akan dilaksanakan bazar pasar murah sembako dan pelayanan kesehatan gratis diperuntukan bgai masyarakat.

 “Pasar murah ini mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta menekan laju inflasi di daerah,” katanya.

 Dansatgas mengungkapkan, pelaksanaan program pembangunan TMMD dengan cara bergotong royong antara Satgas bersama warga merupakan gambaran kemanunggalan TNI dengan rakyat, sebab TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat.

 “Gotong royong inilah dapat mewujudkan keberhasilan program fisik dan non fisik TMMD ke 118 dilaksanakan di wilayah Kodim Pasangkayu,” ungkapnya.

 Sambung Dansatgas, budaya gotong royong perlu dipelihara dan dikembangkan sebagai kekuatan masyarakat juga landasan semangat membangun bangsa, serta menjadi modal sosial dalam menghadapi tantangan masa depan.

 “Gotong royong merupakan jiwa bangsa, budaya, tradisi, dan karakter yang melekat dalam diri masyarakat Indonesia perlu dilestarikan serta ditanamkan kepada generasi penerus bangsa sejak dini. Dan itulah mensukseskan TMMD Kodim 1427 Pasangkayu,” imbuhnya.

 (nis/*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...