Hampir 60 Persen Lulusan SDN 2 Masuk Pesantren, Ini Harapan Bupati Majene

Mapos, Majene – Dari 100 persen murid yang dinyatakan lulus pada tahun pelajaran 2017 – 2018 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nomor 2 Kampung Baru, hampir 60 persen diantaranya masuk pesantren.

Ny Fatmawati Fahmi tengah mengalungkan kain mirip corak seragam SMP kepada murid SDN Neg 2 Majene yang lulus berprestasi             foto : Ist

“Alhamdulillah lulusan SD 2 ini bisa 100 persen dan hampir 60 persen lulusannya masuk ke pesantren. Ini sangat membanggakan bagi sekolah dan kedua orang tuanya,” tutur Bupati Majene, Fahmi Massiara dalam sambutannya pada
Penamatan dan Pelepasan Peserta Didik Kelas VI SD Negeri Nomor 2 Kampung Baru di Gedung Assamalewuang, Sabtu (21/7/ 2018).

Kapolres Majene AKBP Asri Effendy beserta nyonya turut mengalungkan kain mirip warna seragam SMP kepada murid SDN Neg 2 yang lulus berprestasi         foto : Ist

Dihadapan Ketua TP PKK Kabupaten Majene Fatmawati Fahmi, Kapolres Majene AKBP Asri Effendy beserta nyonya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Majene Muh Ashar Malik, Ketua Komite SDN 2 Majene serta orang tua murid, Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan, semua sekolah saat ini tengah melaksanakan kegiatan penamatan.

“Masing-masing beda caranya. Ada yang menggabungkan dengan khatam Al-Qur’an, berkemah dansebagainya. Semua itu terkolaborasi dengan berbagai elemen,” ujar Bupati Majene Fahmi Massiara.

Berbicara tentang prestasi lanjutnya, maka itu berhubungan dengan peningkatan sumber daya manusia. “Bila ingin mencetak SDM yang baik, maka kita diharapkn bisa membuat design, sehingga para pendaftar bisa terkontrol. Kalau memang SD 2 sudah full, masih ada alternative sekolah lain yang bisa dimasuki oleh anak didik. Bila memang potensi anak didik yang mempunyai sumber daya manusia bagus, maka tentu dimanapun mereka bersekolah akan muncul potensi tersebut,” ujar Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Majene ini.

Sebagai sekolah unggulan katanya, tentu SD Negeri 2 harus meningkatkan mutu, baik para tenaga pendidik, guru dan maupun kepala sekolahnya. “Jangan ada guru yang malas,”.

Dia berharap agar prestasi SD Negeri 2 sebagai sekolah unggulan tetap dipertahankan. “Karena setiap sekolah pasti ingin menampilkan yang terbaik. Jangan sampai selaku sekolah unggulan jatuh dimata masyarakat karena prestasinya yang minim,” tandas Fahmi Massiara.

(ipunk)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...