Mapos, Mamuju – Lembaga pendidikan berbasis pesantren kembali hadir di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Pondok Pesantren As’adiyah Raudhatul Thalibin secara resmi membuka pendaftaran bagi santri baru tahun ajaran 2025/2026. Kehadiran pesantren ini menandai komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan keagamaan yang terpadu dengan wawasan global dan keterampilan abad ke-21.
Dengan mengusung visi “Mewujudkan Generasi Qur’ani, Berwawasan Global dan Mampu Bekerja Menyongsong Indonesia Emas 2045”, pesantren ini menawarkan program pendidikan berbasis Al-Qur’an, hadits, serta penguasaan bahasa asing, teknologi informasi, manajemen bisnis, hingga keterampilan dakwah dan public speaking.
Program unggulan yang ditawarkan meliputi kemampuan membaca Al-Qur’an dengan fasih dan mutqin (minimal 12 juz), hafalan minimal 1000 hadits shahih, penguasaan bahasa Indonesia, Arab, Inggris, dan Mandarin, serta penguatan keterampilan wirausaha dan matematika terapan.
Pendaftaran dibuka untuk jenjang pendidikan MTs/SMP dan SMK dengan jurusan pertanian. Biaya pendaftaran sebesar Rp100.000 dengan batas akhir pendaftaran pada 6 Juli 2025. Proses wawancara orang tua calon santri dijadwalkan pada 7–10 Juli 2025, sementara santri dijadwalkan mulai masuk asrama pada 13 Juli 2025 dan memulai pembelajaran aktif pada 14 Juli 2025.
Pondok Pesantren As’adiyah Raudhatul Thalibin Mamuju mendapatkan dukungan penuh dari berbagai tokoh nasional dan daerah, termasuk Menteri Agama RI, Gubernur Sulawesi Barat, serta Bupati Mamuju. Hal ini menjadi penegas bahwa keberadaan pesantren ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mencetak generasi muda yang unggul secara spiritual, intelektual, dan sosial.
Informasi dan formulir pendaftaran dapat diakses melalui tautan: https://s.id/PSB-ARTM. Kontak layanan informasi juga tersedia untuk santri putra (Ustadz Asril: 0813-5514-2092) dan santri putri (Ustadzah Ainul Mardiah: 0821-3674-8264).
(*)
—






