Yuslifar: Polling Pilkada di Medsos Itu Hanya Hiburan

Mapos, Mamuju — Hasil polling media Sosial yang menempatkan pasangan calon Tina-Yuki sebesar 39 persen dan Ado-Damris sebesar 61 persen, ditanggapi santai oleh Sekretaris DPD Partai Demokrat Mamuju, Yuslifar Yunus Djafar.

Dia bahkan menganggap polling medsos tidak relevan dijadikan barometer mengukur trend elektoral.

“Menggunakan polling medsos bermasalah secara metodologis apalagi lewat fitur history ataupun fitur feeds instagram seperti yang digunakan oleh Info Mamuju dan Kabar Sulbar,” katanya, Sabtu (28/09/2024).

Kelemahan polling medsos menurutnya, terutama pada metode sampling dan representasi populasinya.

“Populasi polling medsos itu tidak jelas. Boleh jadi malah followernya mayoritas bukan masyarakat Mamuju. Kelemahan lainnya karena samplingnya secara robotik berdasarkan follower bukan secara probability sampling,” ulas Yuslifar.

Anggota DPRD Mamuju yang tengah menyiapkan aktivasi media campaign Tina-Yuki ini menyebut, polling medsos tidak lebih respon spontan.

“Polling medsos itu hanya respon spontan yang sekali lagi tidak mewakili populasi masyarakat Mamuju secara metodologis. Medsos sendiri bagi mayoritas pengguna digunakan sebagai instrumen menghibur diri jadi anggap saja polling medsos pilkada itu sebagai hiburan,” kunci Yuslifar.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...