Warga Miskin Asal Karampuang Ini Butuh Bantuan Pengobatan

Berita Terbaru Berita Utama Kesehatan Mamuju Sulawesi Barat

Mapos, Mamuju – Di tengah upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis, masih ada sebagian warga yang mengalami kesulitan mendapatkan perawatan kesehatan. Hal ini dialami oleh sebuah keluarga di Desa Karampuang, Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Devi (7), tidak bisa bergerak banyak. Tubuhnya sangat kurus sehingga terlihat seperti tulang berbalut kulit. Sesekali hanya terdengar tangisan kecil saat ia menahan rasa sakit di kepalanya.

Kondisi kesehatan Devi sejak jatuh sakit pada akhir 2017 sangat memprihatinkan. Sudah lebih dari setahun ini orangtua Devi, Jamia (40), hanya pasrah dan membiarkan anaknya terbaring di kamar rumahnya tanpa perawatan medis.

Hidup menjadi keluarga miskin membuat ibu janda ini tidak mampu membiayai penyembuhan anaknya.

“Kami tidak ada lagi biaya untuk mengobati anak karena sekarang saya sudah tidak punya apa-apa lagi untuk mengobati anak sejak awal jatuh sakit dulu, tetapi tidak sembuh juga,” kata Jamia kepada wartawan mamujupos.com, Sabtu (6/1/2017).

Jamia menuturkan, penyakit yang diderita Devi muncul ketika putrinya berusia enam tahun lebih. Awalnya, Devi mengalami gatal dikepala. Enam hari kemudian, semakin parah dan berlubang di gerogoti belatung.

Orangtua membawa bocah tersebut ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Namun berjalan waktu tidak ada perubahan. Hingga berobat secara tradisional (Dukun).

“Karena tidak punya biaya, saya nekat membawa ke RSUD Mamuju,” tutur Jamia

Walaupun tak punya biaya dan tidak memiliki BPJS kata Jamia, Saya terpaksa harus membawa anak saya ke RS agar bisa mendapatkan perawatan medis di RS. Karena kalau dibiarkan tanpa perawatan medis, dikuatirkan penyakit di kepalanya akan semakin parah.

Kini, keluarga Devi hanya berharap ada pihak yang mau membantu biaya pengobatannya. Jamia merindukan gadis kecilnya kembali riang dan ceria seperti dahulu, seperti anak-anak seusianya.

(toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *