Warga Minta Polisi Tertibkan Knalpot Racing

Mamuju

Mapos, Mamuju¬†–¬†Warga meminta, Polisi menertibkan sepeda motor yang menggunakan knalpot racing. Pasalnya, suara yang ditimbulkan dari knalpot tersebut, sangat menganggu ketentraman warga.

Salah satu warga di jalan Muh. Tahir Imam Lapeo, Mamuju, Junaedi. Ia mengatakan, knalpot racing sangat menganggu. Suara yang ditimbulkan dari knalpot tersebut, mengganggu kenyaman dan ketentraman warga.

“Sekarang banyak pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot racing yang berisik, suaranya sangat mengganggu ketentraman warga,” ucapnya, Sabtu (15/9/2018).

Kurangnya perhatian dari pihak kepolisian khususnya untuk menindak pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot racing.

Menurutnya, meskipun tidak merugikan secara langsung, namun kebisingan tersebut membuat kenyamanan warga terganggu.

“Seharusnya, ada tindakan dari pihak kepolisian untuk menyikapi hal tersebut, meskipun hanya hal kecil, efeknya cukup besar yakni menganggu kenyaman dan ketentraman warga yang terganggu karena kebisingannya,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan warga Rimuku, Nila. Dirinya mengatakan, penggunaan knalpot racing, tidak dibenarkan, karena ada yang dirugikan. Kebisingan tersebut sudah tidak bisa ditolelir lagi, sehingga ia meminta adanya tindakan tegas dan mengambil respon dari pihak kepolisian untuk menyikapi hal ini. Apalagi di malam minggu, suara kebisingan knalpot racing sangat menganggu.

“Memang pengendara sepeda motor yang memakai knalpot sudah mengalami peningkatan, hampir kalangan anak muda memakai knalpot berisik tersebut. Butuh respon dari kepolisian agar menindaknya,” ucapnya.

Menurutnya, pengendara yang memakai knalpot seperti itu, lebih terpacu untuk berlari kencang, sehingga suara yang ditimbulkan akan lebih menyengat telinga, dan tak jarang membuat emosi.

Ia berharap kedepan ada tindakan yang serius dari kepolisian bagi para pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot racing dan sangat meresahkan warga.

Ilustrasi/knalpot racing.

“Seharusnya yang memakai knalpot seperti itu ditindaki, karena sudah sangat meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

(toni)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.